Jumat, 15 April 2016, 15:18

Ini Dia Dua Jambret Batam yang Jual Hasil Kejahatan di Facebook

POSMETRO.CO: Dua pemuda tanggung menjadi bulan-bulanan warga Genta 1, Kecamatan Batuaji. Rendi (17) dan Andi Kristoper (19) dihajar massa setelah gagal melakukan aksi jambretnya.

   Korbannya Desi (29), seorang karyawati di dealer motor Yamaha Leo, Batuaji. Di Mapolsek Batuaji, Desi menjelaskan kejadian tersebut. Kamis (14/04) sekitar pukul 18.00 WIB, Dia baru saja pulang dari tempat kerjanya. Sepeda Mio biru BP 4320 GI menuju ke Tanjunguncang digeber Desi.

   Di perjalanan menuju rumahnya, tepatnya sebelum traffic light Genta 1, dua pria dengan mengendarai motor Honda Verza Bp 2901 MG memepet Desi. Dengan cepat, seorang pelaku langsung mengambil tas milik Desi yang saat itu menggantung di dasboat motor.
Spontan Desi terkejut dan berusaha untuk mempertahankan tas miliknya. Tarik-menarik pun terjadi. Tapi, Desi tak kuasa mempertahankan tasnya. Akhirnya terjatuh ke jalan aspal. Namun ia tidak mengalami luka yang cukup parah.

   “Ketika terjatuh, bodi motor saya juga mengenai bodi motor pelaku. Sehingga motor Verza itu oleng dan terjatuh,” kata Desi.

   Saat ketiganya tersungkur di jalan raya,  Desi lalu berteriak, jambret. Warga yang ada di sekitaran kejadian lekas merespon dan mengejar pelaku. Dua pelaku itu bukan memyerah begitu saja, mereka terus berlari.

   “Setelah saya terjatuh, ada warga yang menolong saya. Sementara pelaku itu kabur,” kata Desi.

   Doni pengendara lain yang ikut menemani Desi ke Polsek Batuaji menjelaskan, setelah motor pelaku terjatuh kedua pelaku langsung melarikan diri. Namun usaha kedua orang itu untuk melarikan diri tidak membuahkan hasil, kedua pelaku pun berhasil ditangkap di sekitaran traffic light Genta 1.

   “Saat pelaku lari, kita langsung kejar. Tidak jauh dari lokasi kejadian, pelaku berhasil kita tangkap. Mereka pun kita bawa ke pos satpam yang ada di lokasi kejadian,” kata Doni.

   Tiba di pos sekuriti Genta 1, kedua pemuda tanggung ini sempat menjadi bulan-bulanan warga. Sebelum kondisi kedua pelaku semakin memburuk, keduanya langsung diamankan oleh Anggota Polsek Batuaji yang saat itu patroli.

   “Kebetulan polisi sedang patroli. Melihat adanya pelaku jambret, polisi langsung mengamankannya. Seandainya polisi tak datang, mungkin pelaku ingi sudah dihajar sampai babak belur oleh warga,” cerita Doni.

   Andi Kristoper, salah satu pelaku yang bertugas sebagai joki mengaku, bahwa dirinya sudah tiga kali melakukan jambret di daerah Batuaji. Untuk pertama dan kedua, aksinya di sekiraran Aviari lancar dan suskses.

   “Kalau yang ini merupakan aksi saya yang ketiga. Nggak tahu bakalan begini, kami pun terpaksa harus mempertanggung jawabkan perbuatan kami,” ujar Andi.

   Menurut pelaku ini, korban yang diincar adalah perempuan. Mereka beralasan perempuan itu fisiknya lemah dan tak mungkin melakukan pengejaran terhadap pelaku. Semua hasil jambret itu pun digunakan untuk kebutuhan sehari-harinya.

   Selain itu, Andi juga mengatakan semua hasil jambret itu akan di jual kepada orang yang dikenalnya. Jika hasil jambret itu belum juga laku, maka ia akan menjual barang curian itu melalui online, salah satunya dijual di salah satu forum jual beli di Facebook di Batam.

   “Kalau tas milik korban biasanya kami buang, soalnya itu tak laku untuk dijual,” kata Andi.

   Jika Andi sudah melakukan aksinya tiga kali, Rendi pelaku lain mengaku baru dua kali melakukan jambret. Pekerjaan itu terpaksa dilakukan lantaran Rendi tidak ada lagi pekerjaan yang lain. Pasalnya di Batam sangat susah untuk cari kerja.

   “Dulunya saya bekerja di toko bangunan, tapi gaji saya tak di bayar-bayar. Akhirnya saya memilih berhenti kerja. Untuk nyari makan, saya pun menjambret walaupun resikonya tinggi,” kata Rendi.(jho)