Kamis, 21 April 2016, 14:29
Dr. Ciska Irma Tehupeiory M. Kes

Perempuan Harus Punya Multi Talenta

Profesi dokter membuatnya banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat. Wanita ini rajin mengedukasi masyarakat soal pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan lingkungan. Peran dokter tidak hanya mengobati penyakit, tapi juga mendidik warga mencegah penyakit. Inbi juga dilakukan Dr Ciska Irma Tehupelory M Kes saat menggeluti peran sebagai dokter kecantikan di bidang aesthetic & antiaging. 

Perempuan kini berkiprah di berbagai bidang. Bagaimana Anda melihat perempuan saat ini?
Kaum perempuan saat ini sudah sangat berbeda. Perempuan sudah mendapat kemerdekaan dan berkreasi. Kalau laki-laki punya power, kaum perempuan juga memiliki multitalenta. Multitalenta itu gift tapi tetap harus dikembangkan. Di bidang kesehatan kita sebut majemuk intelegensia. Manusia memiliki talenta intelegensia yang banyak dan itu harus dikembangkan. Talenta itu harus dikembangkan. Dalam pusat inteligensi itu mengadopsi untuk memotivasi orang supaya intuisinya keluar dan bisa berbuat untuk kehidupan dan lingkungan. Seperti halnya Kartini.  Saat ini, tinggal bagaimana kaum perempuan bisa mengelola dan mengimplementasikannya. Perempuan harus pandai mengambil kesempatan untuk bisa berkiprah dalam pembangunan. 

Perempuan memiliki multitalenta. Apa saja?
Salah satu talenta kaum perempuan adalah sebagai ibu. Jadilah ibu yang matang, sehingga punya energi dan asupan gizi yang memadai. Itu harus dikembangkan. Kaum perempuan juga harus memiliki pengetahuan. Pendidikan adalah dasar dan sangat bagus jika bisa sampai jenjang doktoral (S3). Untuk mencapainya, maka hati harus dikuatkan dulu. Kalau misalnya kesulitan biaya untuk kuliah, maka kaum perempuan itu harus bertindak untuk mencarinya. Jangan pernah menyerah karena tidak memiliki biaya untuk kuliah. Tuhan sudah memberikan talenta yang besar kepada manusia termasuk kaum perempuan. Kemampuan harus terus diasah. Tidak ada cerita tidak bisa kuliah karena tidak ada biaya. Dengan kerja keras, keseriusan dan fokus, maka hambatan-hambatan tadi bisa diatasi. Harapan saya, kaum perempuan cerdas tapi low profile, kuat tapi tetap pada kodratnya sebagai seorang perempuan.

Menurut Anda, bagaimana posisi perempuan dalam keluarga?
Meski perempuan berkiprah dalam berbagai bidang tapi bukan berarti perempuan berada di atas laki-laki. Dalam kehidupan berumah tangga, suami harus tetap menjadi kepala dan istri jadi pendamping. Jadi pendamping itu, istri harus kuat, cerdas sehingga kehidupan rumah tangga berjalan dengan baik. Kalau istri pintar tapi egois, rumah tangga bisa hancur karena suami juga punya sifat yang berbeda dengan istri. Kalau istri pintar, maka suami juga bisa bekerja dengan maksimal. Itu harus kita cermati. Perempuan harus mempersiapkan diri menjadi ibu. Caranya menjaga tubuh dengan makan makanan sehat, asupan gizi yang memadai. Persiapan menjadi seorang ibu dimulai sejak SMP, remaja perempuan harus makan makanan seimbang. Apa yang dikonsumsi tentunya itu akan menjadi sumber kekuatan. Kalau perempuan sehat, kuat tentu saat bekerja nanti juga tidak merepotkan orang lain. Saat berumah tangga, perempuan yang sudah mempersiapkan diri sejadi dini menjadi seorang ibu tidak akan merepotkan orang lain. Saat melahirkan dan punya anak juga harus dipersiapkan, sehingga nantinya akan melahirkan anak yang cerdas. Perempuan juga harus meningkatkan pengetahuan agar anak juga cerdas. Dunia yang makin terbuka menguntungkan kaum perempuan untuk meningkatkan kapasitas mereka. 

Di balik sukses laki-laki ada wanita hebat di belakangnya. Apakah masih relevan saat ini?
Sangat relevan. Tidak mungkin suami bekerja dengan baik jika tidak didukung istri yang memiliki multi talenta. Istri bisa menjadi kekasih, teman yang bisa diajak berdiskusi. Perempuan harus memiliki pemikiran-pemikiran yang positif. 

Kenapa Anda memilih berkiprah di bidang kesehatan?
Pilihan ini tidak terlepas dari latar belakang keluarga saya. Keluarga saya banyak berkiprah di bidang kesehatan. Orang tua saya mendorong saya menjadi dokter. Mereka ingin ada anak mereka yang jadi dokter. 
Dokter tidak hanya mengobati orang sakit tapi juga mengedukasi masyarakat agar menjaga kesehatan lingkungan dan dirinya agar tidak sakit. Itulah yang ingin saya tekuni lewat dunia kecantikan khususnya antiaging. Saya ingin mengedukasi masyarakat agar menjaga tubuh dan jiwa. Paling penting bagaimana menjadi pola makanan dan makan makanan sehat. Selain pandai, perempuan juga harus memiliki hati yang baik. Makanan harus dijaga dan tidak berarti bisa makan apa saja, sebaliknya harus bisa memilih makanan yang sehat biar tubuh terjaga. Lewat pengobatan antiaging, tujuannya bukan hanya agar perempuan jadi cantik. Yang terpenting mengedukasi bagaimana menjaga makanan seimbang, cara pengolahan yang benar, mendapat asupan suplemen, sehingga bisa awet muda. Kalau orang sakit-sakitan, dampaknya bisa cepat tua. 

Apakah peran sebagai ibu yang sekaligus bekerja bisa dilaksanakan?
Tentu saja bisa dijalankan. 24 jam sehari, 8 jam istirahat, sisa waktu bisa dipakai untuk berkarir, mendidik anak. Prinsip kita adalah ibarat pepatah gajah mati meninggalkan gading, tentu saja selama hidup kita harus bisa memberi yang terbaik untuk keluarga, bangsa dan negara. Berkarir bukan hanya untuk mencari uang dan kepuasan, tapi apa yang bisa kita kontribusikan untuk masyarakat, bangsa dan negara kita.

Banyak kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menimpa kaum perempuan. Pendapat Anda?
Perempuan harus punya kecerdasan yang baik, wawasan dan feeling yang baik. Kalau bertemu suami yang keras tentunya perempuan juga tidak mungkin melawan. Perempuan harus menjaga keseimbangan, harus pandai mengatur ritme. Ibaratnya kalau kita menyulut api, ya pasti kita kena. Kecerdasan dan wawasan itu penting supaya KDRT tidak sampai menimpa kaum perempuan dalam kehidupan berumah tangga.

Bagaimana Anda mengedukasi kaum perempuan agar bisa berperan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga?
Pada dasarnya kita harus punya pengetahuan yang memadai, mau mendengar agar bisa mengedukasi masyarakat. Kita mengedukasi artinya kita memberi semangat ke masyarakat. Jika masyarakat memiliki semangat, maka tidak ada keluhan. 
Dalam mengedukasi masyarakat, harus punya semangat. Kita harus belajar terus menerus. Kita mengedukasi bagaimana mendidik anak dengan kasih sayang, semangat. Edukasi sejak usia dini dimulai dari anak-anak, remaja hingga menjadi ibu nantinya. Ilmu kesehatan merupakan ilmu yang harus ditularkan ke masyarakat.

Wanita karir terkesan lebih dominan dibanding pria. Menurut Anda?
Tidak juga. Laki-laki dan perempuan punya talenta masing-masing dalam kehidupan. Soal dominan tentu tidak juga, tergantung pribadi masing-masing. Perempuan yang cerdas tentu saja bisa mengatur ritme tersebut. Istri bisa men-support suami.  ***