Senin, 08 Agustus 2016, 12:50

GM Batamindo: Batam Ini Rumah Kita, Kita Harus Jaga


KRISIS ekonomi yang terjadi saat ini, dirasakan hampir seluruh dunia. Imbasnya juga terasa pada kawasan industri yang ada di Batam. Sebab, hampir 90 persen produk yang dihasilkan di Batam adalah untuk diekspor. Begitu juga dengan kawasan industri Batamindo. Kawasan industri paling bergengsi di Batam, dengan luas kawasan 320 hektar dan punya fasilitas lengkap, seperti sarana ibadah, masjid, gereja, tempat olahraga, taman, klinik 24 jam, dan plaza ini.

Diperkirakan, butuh waktu sekurangnya dua tahun untuk menormalkan krisis yang terjadi saat ini. Untuk itu dibutuhkan suasana kondusif dan kepastian hukum di Batam, sehingga Batam masih tetap menjadi magnet bagi investor untuk menanamkan investasinya di Batam. Kepada tim Posmetro yang datang ke kantornya di Wisma Batamindo, General Manager Batamindo Investment Cakrawala, Mook Sooi Wah, banyak bercerita soal apa dampak jika banyak gejolak di Batam, dan apa yang harus dilakukan untuk menjaga iklim sejuk investasi di Batam. Berikut petikannya;


Apa pendapat Anda soal demo yang sering terjadi di Batam?
Ini soal human right (hak asasi manusia), siapa yang tidak ikut human right. Cuma bagaimana kalau blokir jalan, blokir pintu. Orang mau kerja tidak bisa kerja. Terus siapa yang tidak taat pada human right. Kalau saya tidak mau kerja oke, saya pulang. Tapi jangan pengaruhi orang lain. Jangan blokir jalan, pintu. Jadi lebih kondusif.

Itu berdampak untuk investasi?
Sekarang ini sosial media begitu luar biasa. Bisa upload di youtube, masuk facebook. Di Amerika sana bisa buka. Mereka ini kan tidak tahu Batam. Orang Amerika dan Eropa itu kan tahunya orang Asia saja. Kalau ada rusuh, itu kan bisa menimbulkan anggapan yang salah buat mereka. Bisa-bisa mereka bilang, ini kota bahaya, tempat bahaya. Oke, misalnya saya CEO orang Amerika, ada beberapa negara yang bisa kita tanamkan investasi. Tentu saja saya tidak akan mengambil risiko dalam menanam investasi. Saya pasti akan cari yang aman dan nyaman kan.

Apa mestinya yang harus kita lakukan?
Yang harus kita sadari, Batam ini bukan hanya untuk kita. Tapi untuk generasi-generasi nanti juga. Anak-anak kita. Bagaimana anak cucu kita kalau sampai pengusaha tak mau investasi ke Batam. Ini rumah kita. Ini harus kita pikirkan. Saya bukan orang Indonesia, tapi saya juga memikirkan lho. Nanti kan paling tidak, kita bisa bilang sama anak cucu kita bahwa dulu saya pernah bekerja di sini.

Bagaimana soal lapangan pekerjaan di Batam?
Bisa Anda lihat sendiri, setiap hari berapa orang pencari kerja yang datang ke Batamindo. Itu dari berbagai daerah yang datang ke Batam. Ada yang dari Aceh, Medan dan lainnya. Mereka jauh datang ke Batam, pakai uang banyak. Mereka semua ingin mencari kerja. Tapi yang sudah dapat pekerjaan malah bikin ulah. Memang prosentasenya hanya kecil. Menurut saya 95 persen mereka yang bekerja memang betul-betul kerja dengan bagus.

Apakah krisis yang terjadi sekarang ini juga berpengaruh di Batamindo?
Krisis ini berpengaruh di seluruh dunia. Ini krisis global. Kalau Batamindo tentu saja ada juga dampaknya. 

Menurut Anda, sampai kapan krisis yang terjadi ini akan berakhir?
Saat ini Amerika sudah mulai bagus, tapi di Eropa belum. Apalagi dengan kasus Brexit. Menurut saya, sekurang-kurangnya butuh dua tahun baru akan kembali normal.

Apa pendapat Anda tentang Brexit?
Brexit itu belum tentu tidak bagus.Tapi ada ketidak pastian. Kalau dalam bisnis, kita tak mau ambil risiko kalau dalam ketidak pastian. Akhirnya, orang akan melihat dulu, wait and see. Tapi sekali lagi belum tentu tidak bagus. 

Apakah ada dampaknya ke Indonesia khususnya Batam dengan Brexit?
Jelas ada. Karena lebih dari 90 persen produk yang dihasilkan itu diekspor. Kalau ekonomi tidak bagus, dalam ketidak pastian, tentu saja CEO tidak mau investasi. Siapa yang mau beli komputer baru, mobil baru. Ini semua karena dampak ekonomi. Seperti juga investor yang tidak mau masuk ke Batam, bukan berarti Batam tidak bagus untuk investasi, tapi karena ketidak pastian. Mereka lebih pada ragu-ragu dan wait and see.

Apakah order untuk perusahaan-perusahaan di kawasan Batamindo berkurang dengan krisis sekarang ini?
Begini, kalau dulu orang order sampai dua tahun. Kalau sekarang order cuma tiga bulan.

Dengan kondisi seperti itu berpengaruh dengan tenaga kerja. Misalnya kontrak tenaga kerja menjadi hanya tiga bulan?
Tidak, itu tidak bisa. Ada aturannya soal kontrak itu. Kalau di Batamindo tidak ada. 

Terus bagaiamana, kontrak ordernya hanya tiga bulan, sedang pekerja harus dikontrak minimal satu tahun?
Iya, itulah dilemanya. Itu risikonya tinggi.

Menurut Anda, apakah pemerintah kita sudah mendukung sektor investasi?
Kalau Presiden Jokowi bagus. Dia pergi kemana-mana marketing loh.

Kalau untuk pemerintah di daerah?
Kalau melihat background bos-bos ini, semua profesional. Saya rasa harus kerjasamalah semua pihak pemangku kepentingan, stakeholder. Kalau di kawasan industri banyak perusahaan, kan banyak juga pajak yang dihasilkan. Kalau kesempatan kerja tak ada, orang lapar, apa yang akan terjadi nanti.

Apakah sudah terasa dampak dari pimpinan baru di BP Batam terkait soal investasi?
Ini kan masih baru. Masih perlu dikasih waktu lah.

Menurut Anda, apakah Batam ini masih menarik investor untuk menanamkan modal dibanding dengan negara lain misalnya Tiongkok dan Vietnam?
Kalau tahun 90-an, Tiongkok masih murah banyak yang masuk ke sana. Tapi sekarang Tiongkok sudah tidak murah lagi. Sehingga ada yang pindah. Kalau Vietnam sama Batam kurang lebih sama lah, hampir berimbang. Kalau soal upah tenaga kerja, di Vietnam upah tenaga kerjanya 60 persen dari Batam. Jadi mereka masih bisa simpan 40 persen di banding dengan Batam. Lebih mahal di Batam.

Soal kepastian hukum di Indonesia, seperti apa menurut Anda?
Soal kepastian hukum masih bisa diperbaki. Karena di sini terlalu banyak peraturan. Kalau Singapura dan Malaysia itu kan ikut sistem British. Harus diakui memang ada dampaknya.

Jadi harus ada nego-nego untuk usaha di Indonesia?
Itu tidak bisa. Karena kami ini kan MNC (multinasional corporation), jadi harus ada standardnya. 

Saat ini berapa persen tenant yang mengisi Batamindo?
Sekitar 82 persen.

Berapa jumlah tenaga kerja yang bekerja di kawasan ini?
Sekitar 46.000 lebih. Ini sudah berkurang, karena pernah jumlah tenaga kerja yang bekerja di kawasan ini mencapai 80.000-an tenaga kerja.

Apakah itu karena banyak munculnya kawasan industri di Batam?
Begini, kita sekarang ini bukan saja bersaing dengan sesama kawasan industri di Batam, tapi kita bersaing dengan negara lain. Seperti Malaysia, Vietnam, Thailand.

Tapi Batamindo kan punya kelebihan dibanding kawasan industri lain?
Ya, Batamindo ini kan usianya sudah 26 tahun. Sudah tua, jadi banyak orang yang sudah tahu. Batamindo dibangun tahun 1990, saat itu karena listrik belum memadai, maka Batamindo membangun sendiri pembangkit listrik. Kita investasi, kita bangun. Begitu juga dengan air. Kita bangun sendiri, karena ini kan MNC. Kita siapkan. Kita ISO 14001.  Soal air, air di Batamindo ini lebih baik. Jadi kalau soal air kita kelas satu. (haryanto/defrizal)