Senin, 29 Agustus 2016, 14:04
Buka Pabrik di Tiga Kota Besar Indonesia

Sanford, dari Batam Menjadi Produk Nasional

TUMBUH bersama dalam kebersamaan, itulah kiat sukses pengusaha satu ini. Saat orang belum berpikir soal bisnis kemitraan, ia sudah melakukannya lebih dulu. Kini, dengan bisnis kemitraan yang dijalankannya, ia sudah punya 180 mitra agen perusahaan air minum yang punya tagline: Anda adalah apa yang Anda minum itu. Dialah Suwanto, bos air mineral Sanford.

Ditemui oleh tim POSMETRO, lelaki penggemar motor gede Harley Davidson itu mengungkapkan resep kesuksesannya berbisnis air mineral. Bahkan, kini Sanford sudah berani mengembangkan bisnisnya ke luar Kepri. Tidak tanggung-tanggung, ada tiga kota besar yang akan memproduksi Sanford mulai September 2016 ini. Kota mana saja itu? Berikut petikan wawancaranya:

Seperti apa perjalanan karir Anda di dunia air mineral?
Perjalanan karir saya di dunia air minum dalam kemasan ini mulai tahun 1997. Saya waktu itu menjalankan pabrik botol, bukan di air minumnya, tapi di packagingnya di proses pembuatan botol. Saat itu ada pabrik yang tidak mampu menjalankan operasional perusahaannya. Akhirnya kami yang menjalankannya dengan perjanjian kontrak kerja sedemikian rupa.

Terus?
Lalu tahun 1998, kami menjajaki air minum kemasan. Tapi baru berjalan beberapa bulan, kami bagian dari imbas krisis ekonomi yang melanda Indonesia saat itu. Kebetulan pabrik kami di Sawangan menjadi korban kerusuhan sehingga tutup. Saat itulah, kami melirik daerah yang berbatasan dengan negara lain, sehingga kalau terjadi seperti peristiwa '98, kami mudah untuk mengevakuasi. Target kami waktu itu adalah Kota Tanjungpinang, Pulau Bintan. Tepatnya di Gunung Lengkuas. Tahun 1999 kami sudah mulai merintis pembangunan pabrik yang ada di Tanjungpinang.

Kapan mulai produksi?
Akhir tahun 2000 kami sudah mulai memproduksi untuk komersil. Target kami waktu itu Sijori, karena saat itu kita masih tergabung dengan Riau jadi terkenalnya Singapura, Johor, Riau. Itulah target market. Tapi sejalan dengan itu, permintaan akan air mineral di Batam sangat tinggi. Jangankan suplai ke Singapura dan Johor, untuk suplai Tanjungpinang dan Batam saja kami sudah kewalahan. Sehingga manajemen memutuskan untuk ekspansi ke Batam. 

Tahun berapa ekspansi ke Batam?
Tahun 2003 kami putuskan untuk buka pabrik di Batam. Tahun 2005 kami sudah memproduksi secara komersil. Lalu tahun 2007 grup kami yang di Jakarta mendapat kontrak kerja untuk memproduksi second brandnya Aqua. Sehingga saya diperbantukan ke pusat. Kemudian 2009 saya memutuskan untuk kembali ke Batam karena saya melihat potensi Batam yang besar. Saya juga melihat kompetitor yang lain belum fokus untuk menggarap.

Bisa diceritakan sejarah berdirinya Sanford?
Sanford lahir tanggal 1 Januari 2011. Filosofi Sanford sendiri dari filosofi kata 'Sanfute' itu bahasa Mandarin. Artinya tiga masa. Manusia itu tidak lepas dari tiga masa. Masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang. Itu filosofi dasar. Cuma, kalau kita pakai merk Sanfute kurang mejual. Makanya, setelah saya analisa lalu saya konsultasi dengan beberapa kawan, akhirnya diambil kesimpulan merk yang memiliki nilai jual itu adalah Sanford.

Siapa yang mengajari Anda berbisnis?
Tidak ada. Saya belajar dari buku dan perjalanan saja.

Apa rahasia menjadi sukses seperti sekarang ini?
Rumusnya sederhana. Pada saat kita punya kapasitas berbagi dengan yang lain, saat itulah Sanford terbersit untuk memulai sebuah metode bisnis dengan kebersamaan. Kalau tahun lalu orang heboh dengan bisnis kemitraan, itu saya sudah terpikir tujuh delapan tahun yang lalu. Jadi bagaimana kita menciptakan pengusaha-pengusaha baru dengan modal yang seminimal mungkin. Maka terbentuklah bisnis kemitraan sampai hari ini. Jadi, distribusi sanford itu dengan bisnis kemitraan, dalam bentuk agen di setiap perumahan dengan teritori yang sudah kita atur. Sehingga dua tiga empat perumahan ada satu agen. Hingga saat ini, Alhamdulillah, saya sudah memiliki hampir 180 agen yang tersebar di setiap sudut kota Batam. Awalnya dari sini, jadi kita sama-sama membangun untuk menjadi pengusaha.

Apa yang Anda lakukan untuk menguasai pasar?
Konsepnya sangat sederhana. Bisnis kemitraan. Pada saat kita menggunakan konsep dagang, mengandalkan sales, maka kita sulit untuk mengontrol pergerakan sales setiap menitnya. Atas dasar itulah makanya salah satu pointnya, kalau kita membangun sistem kemitraan, jelas mitra itu bekerja bukan untuk perusahaan. Bukan untuk Sanford, tapi untuk mereka sendiri. Semakin besar omzet mereka dengan sendirinya keuntungan mereka akan semakin besar. Jadi, tanpa kita kontrol setiap menit pun mereka sudah bisa memotivasi sendiri untuk mengembangkan usaha mereka. Semakin besar omzet mereka, otomatis dengan sendirinya akan besar keuntungan yang akan mereka peroleh. 

Apakah Anda pernah mengalami kegagalan?
Setiap kegiatan tidak ada yang sempurna seratus persen, apapun itu bentuknya. Setiap kegiatan manusia pasti ada masalah, pasti ada kegagalan. Artinya, kalau kita sudah bertekad untuk menjadi seorang pengusaha, hambatan dan rintangan itu kan harus kita jadikan tantangan yang mesti kita lewati.

Berapa kebutuhan air galon di Batam?
Batam itu, berdasarkan sensus penduduk ada 1,2 juta jiwa. Ini kalkulasi sederhana saja. Kalau saya asumsikan setiap rumah itu berpenghuni empat orang, berarti Batam itu ada tiga ratus ribu rumah. Baik yang sederhana sampai mewah. Kalau asumsinya satu minggu dengan penghuni rumah empat orang mengonsumsi dua galon, logikanya satu bulan akan membutuhkan delapan galon. Jadi untuk 300 ribu rumah, kebutuhan air galon sekitar 2,4 juta galon per bulannya. Itu untuk konsumsi rumah tangga. Ini belum termasuk industri, rumah sakit, kantor dan lain-lain.

Berapa banyak untuk yang di luar rumah tangga?
Saya perkirakan 30 persen. Kalau kita total antara rumah tangga dan yang di luar, saya perkirakan kebutuhan air galon di Batam itu sekitar tiga juta seratus dua puluh ribu galon. 

Berarti ini peluang bisnis?
Dengan kebutuhan sebanyak itu, artinya, pangsa pasar air galon di Batam ini luar biasa besar. Karena air galon itu sekarang ini sudah menjadi kebutuhan pokok setiap rumah. Jadi apa yang kami lakukan itu hanya untuk memenuhi kebutuhan.

Kenapa orang lebih memilih air galon?
Karena saat ini sudah tidak zaman lagi orang merebus air. Ini fakta kehidupan, bahwa alih teknologi itu membuat orang malas dan menjadi praktis. Karena orang memakai air galon lebih ekonomis dibanding merebus sendiri. Selain itu prestise. Karena sekarang kalau di dispensernya ada nongkrong galon Sanford akan menjadi kebanggaan tersendiri.

Dari 3,1 juta galon, berapa persen yang dihandel Sanford?
Kurang lebih baru 20 persen. Lainnya kompetitor.

Kenapa Sanford belum bisa mengalahkan Aqua?
Aqua ini bukan lagi menjadi sebuah merk air minum. Ini yang harus kita garis bawahi. Aqua ini sudah menjadi produk representatif. Ini sudah mewakili produk tertentu. Contohnya seperti ini, kita di kantor, kita tanya teman kita pinjam tip-ex, apakah yang disodorkan merek tip-ex. Belum tentu. Bisa jadi merek lain. Begitu juga air mineral.

Apa yang Anda lakukan di Batam, agar orang  mengenal Sanford?
Alhamdulillah, sekarang ini bukan hanya di Batam tapi di Kepri, begitu ditanya minuman Sanford, orang tidak akan bertanya Sanford itu apa. Untuk Kepri, kita sudah bisa membuat orang mengerti Sanford itu air mineral.

Untuk peredaran Sanford sendiri di Kepri?
Hampir seluruh kabupaten kota kita sudah masuk. Natuna, Tanjungbatu, Lingga dan lainnya. Untuk Tanjungpinang kita sudah punya pabriknya di sana. Jadi kalau Batam disuplai dari Batam yang Pinang disuplai dari Tanjungpinang.

Mengenai bahan baku, sekarang ini kan disuplai dari air ATB, apakah ada kendala?
Sampai hari ini ATB tidak ada kendala. Kebutuhan kami dapat dipenuhi oleh ATB. Terimakasih kepada ATB yang telah menjadi mitra kami selama ini.

Bagaimana bisa mengetahui kualitas air Sanford itu layak minum?
Kami punya laboratorium sendiri. Sehari kami melakukan uji laboratorium tiga kali. Untuk yang uji dasar, setiap satu jam sekali kami lakukan. Kalau untuk eksternal kami bekerja sama dengan Surveyor Indonesia dan Sucofindo, itu untuk pembanding hasil uji internal dan eksternal.

Bagaimana dengan bahaya Ekoli?
Untuk menghilangkan ini ada dua tahap. Pertama, melalui ozonisasi dan kedua melalui ultraviolet. Secara tradisional di dalam mikro itu ada tiga, pertama ekoli, kedua tedomonas, ketiga salmonela. Yang bisa dihilangkan dengan cara direbus adalah yang ekoli. Ekoli sendiri ini adalah kotoran sejenis tinja yang dikeluarkan bukan hanya oleh manusia tapi juga binatang. Teknologi sekarang, untuk air minum kemasan membunuh ekoli bukan dengan cara direbus, tapi disuntik dengan cara ozonisasi. Ozonisasi itu mengolah dari O2 menjadi O3. Terus yang kedua, dilakukan pencahayaan dengan ultraviolet. Nah, itu yang kami lakukan.

Terus, bagaimana untuk galon isi ulang?
Untuk botol galon, kami melakukan proses pencucian. Ada beberapa tahap pencucian botol galon ini. Yang pertama kami menggunakan chemical untuk pembersih botol galon. Kedua, kami menggunakan air panas 80-90 derajat untuk meyakinkan bahwa kumannya mati. Ketiga kami cuci dengan air bersih yang mengandung ozon. Jadi secara teori konsep yang kami lakukan itu bersih.

Kabarnya, Sanford akan mengembangkan bisnis dengan ekspansi ke daerah lain?
Betul. Sanford punya cita-cita besar. Cita-cita besar itu ialah Sanford ingin menjadi produk nasional. Alhamdulillah, kalau tidak ada aral melintang bulan September tahun ini, kami akan launching di tiga kota sekaligus.

Kota mana saja?
Jakarta, Bandung, dan Semarang. Selain itu, kami juga punya target lagi, dua tahun kemudian kami akan masuk Pulau Sumatera. Targetnya sama di tiga kota, Pekanbaru, Padang, dan Medan. Jadi untuk ketiga kota di Sumatera itu, siap-siaplah untuk menjadi mitranya Sanford, kami akan datang.

Kenapa memilih tahun ini?
Bisnis itu adalah sebuah peluang. Kalau ada peluang tapi kita tidak memaksimalkan kesempatan itu, maka akan diisi oleh orang lain. Jadi kami melihat, saat inilah peluang yang paling baik untuk ekspansi ke ketiga kota itu.

Punya potensi untuk bersaing di tiga kota itu?
Hasil survei kami menunjukkan bahwa potensi market di Jabodetabek, Bandung, Semarang dan sekitarnya luar biasa besar. Dan sampai saat ini, produk pioner masih mendominasi market itu. Nyaris pemain di level kedua dan ketiga belum ada. Dengan pengalaman di Batam, kami yakin dan optimis bahwa program ini akan berhasil.

Apakah infrastrukturnya sudah dipersiapkan?
Segala sesuatunya sudah 90 persen. Tinggal finishing saja. Makanya kami optimis bulan September sudah launching.

Darimana bahan baku airnya?
Kalau di Jakarta, pabrik kami ada di Sentul, kami menggunakan air dari Gunung Salak. Bandung kami gunakan air Gunung Sukamiskin. Yang Semarang pabrik kami berlokasi di Kendal.

Berapa investasi di tiga pabrik itu?
Cukup lumayanlah.

Strategi apa yang dipersiapkan untuk bersaing dengan kompetitor?
Ini momentum produk Kepri tembus pasar nasional. Yang harus kita pahami pada saat kita masuk di luar Kepri, nyaris tidak ada toko yang menjual air mineral selain merk yang sudah pioner. Menurut saya, ini bukan karena konsumen yang loyal pada satu merk, tapi karena tidak ada pilihan. Makanya, kami punya tagline untuk ketiga kota itu beda dengan yang di Batam. Kalau di Batam taglinenya: Anda adalah apa yang Anda minum. Kalau di Bandung, Jakarta dan Semarang taglinenya: Saatnya konsumen punya pilihan.***  (hariyanto)