Senin, 29 Agustus 2016, 19:08

Batam, Nongkrong, dan Kota yang Tak Pernah Tidur

POSMETRO.CO:Nongkrong seolah menjadi kegiatan yang sayang dilewatkan sebagian besar orang. Tidak hanya laki-laki dewasa, kaum hawa dan remaja pun tidak mau ketinggalan.

"Kerja - rumah, kerja - rumah, kan bosan. Kalau ada waktu luang sesekali nongkrong sama kawan-kawan, ngilangin suntuk," ujar Nisa, buruh pabrik di kawasan Mukakuning.

Wajar saja jika banyak tempat nongkrong yang menjamur, termasuk di Kota Batam. Banyak tempat nongkrong dipenuhi mereka-mereka yang menikmati waktu santai dengan mengobrol seru atau hanya sekedar menikmati secangkir kopi.

Setiap orang pastinya memilih tempat nongkrong atau kongkow yang nyaman dan murah. Selain sajian, kesan mewah yang disuguhkan suatu tempat nongkrong tentu menjadi penghipnotis tersendiri.

Namun seiring perubahan masa, tempat yang tadinya dianggap berkelas akan 'tergilas waktu' jika tidak mengikuti perkembangan zaman. Seperti halnya warung kopi yang kini nyaris mati dengan kehadiran pujasera, kafe, restoran dan sejenisnya.

Nongkrong di kafe, restoran atau, sejenisnya usai bubaran sekolah, kuliah, dan pulang kerja belakangan ini menjadi tren gaya hidup remaja dan eksekutif. Di Batam, tidak hanya diakhir pekan saja para remaja memadati restoran ataupun toko yang menyediakan tempat nongkrong.

Anak muda dan nongkrong menjadi dua hal yang melekat. Sebagian dari mereka nongkrong sepulang sekolah. Baju sekolah mereka lapis dengan jaket ataupun sweater, bahkan diantara mereka ada yang sengaja membawa baju ganti. Nongkrong telah menjadi hobi.

Seperti murid-murid SMA yang ditemui Posmetro di toko Morning Bakery (MB) Batam Center beberapa waktu lalu. Siswa-siswi bercelana dan rok abu-abu itu sedang berkumpul di satu meja. Gelak tawa dan candaan mereka memancing perhatian. Lagu tiup lilin pun terdengar dinyanyikan. "Lagi merayakan ultah (ulang tahun) teman," kata salah satu dari mereka.

Menurut Beny, manager toko MB Batam Center, nongkrong tidak hanya dilakukan pada waktu sore ataupun malam. Pagi hari, banyak masyarakat berkumpul bersama rekan-rekan kerja di tempat-tempat nongkrong yang menyediakan sarapan. "Di sini paling ramai itu pagi hari. Hampir setiap hari meja kita penuh, apalagi akhir pekan atau hari libur. Satu hari itu pengunjung kita sekitar seribu orang," sebutnya.

Berawal dari toko roti, MB yang bergerak di bawah PT Cendana Hanui Jaya, Batuampar itu, sadar jika masyarakat Batam butuh tempat nongkrong ataupun sekedar menikmati secangkir kopi. "MB sering menjadi tempat metting, kongkow mahasiswa dan pekerja. Kopi dan teh tarik paling banyak diminati,"ungkapnya.

Toko makanan siap saji seperti MB dan rata-rata restoran di Kota Batam, buka dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Namun rasa candu sebagian orang untuk nongkrong sangat besar. Kota industri inipun tidak pernah tidur. Ratusan kafe dengan lampu kerlap-kerlip siap menanti orang-orang yang ingin melepas penat di malam hari. 

Untuk berita lengkapnya baca di koran Posmetro Batam edisi Selasa (30/8). (ddt)