Jumat, 09 September 2016, 12:18

Pasca Musibah, Penambang Perahu ke Penyengat Sepi Penumpang

POSMETRO.CO : Kelompok Penambang Perahu Motor Pulau Penyengat-Tanjungpinang, mengeluh sepinya penumpang tujuan Pulau Penyengat pasca musibah tenggelamnya kapal pompong pada 21 Agustus lalu.

Mereka mengharapkan, pemerintah dan masyarakat mensosialisasikan kepada pengunjung dan wisatawan, bahwa alat transportasi ke Pulau Penyengat tersedia 24 jam, aman dan nyaman.

Salah seorang penambang, Pulau Penyengat-Tanjungpinang, Abdul Hamid (62) mengaku, sejak kejadian yang menewaskan sebanyak 15 penumpang akibat tenggelamnya kapal pompong tujuan Tanjungpinang-Pulau Penyengat, penumpang dari Tanjungpinang mau pun ke Pulau Penyengat menurun drastis.

"Sejak kejadian kemarin, saya biasanya bisa sehari dua kali, sekarang hanya satu kali saja," kata Amed, sapaan Abdul Hamid saat ditemui POSMETRO, Jumat (9/9).

Amed juga menuturkan, beberapa hari lalu, dirinya sempat tak mendapat tumpangan dari Pulau Penyengat maupun dari Tanjungpinang. Bahkan, di hari-hari yang dulu biasa ramai penumpang atau pengunjung, Jumat sampai Minggu, kini sepi pengunjung ke pulau yang bersejarah itu.

"Biasa hari Jumat, Sabtu dan Minggu ramai, sekarang ini, untuk dapat dua kali (Trip) itu sakit. Jumat saja biasa paling sedikit dua kali, kemarin hanya sekali," katanya.

Selain penambang, hal yang sama juga berdampak pada tukang becak motor yang ada di Penyengat. Menurut mereka, musibah tersebut juga berdampak pada tingkat kunjungan wisatawan ke Pulau Penyengat.

"Sejak kejadian itu, kami (tukang becak motor) sepi penumpang, sehari kadang tak ada," ujar salah seorang tukang becak motor.

Terkait hal tersebut, ketua Organisasi Penambang Perahu Motor Pulau Penyengat, Raja Imran Hanafi menjelaskan, saat ini untuk meningkatkan kunjungan ke Pulau Penyengat, pihaknya telah melakukan beberapa evaluasi pelayanan. Bahkan, pihaknya bersama PT Jasa Raharja telah berkomitmen dan menyediakan kapal pompong 24 jam dengan nyaman dan aman.

"Kami siap melakukan evaluasi dan berbenah untuk yang terbaik. Pelayanan kapal pompong 24 jam ini sudah di launcing," ujarnya.

Dalam penyediaan alat transportasi kapal pompong 24 jam tersebut, kata Hanafi, pihaknya telah menerapkan tekong yang sudah dilengkapi dengan surat kecakapan, kapal pompong yang sudag lulus uji kelayakan, penumpang yang disertai asuransi Jasa Raharja, serta penumpang harus memiliki tiket.

"Meski sudah diberlakukan selama 24 jam, untuk tarif masih tetap, yakni Rp7 ribu per orang, dan yang langganan Rp5 ribu," tuturnya. (bet)