Kamis, 13 Oktober 2016, 07:16

Kontraktor PT Putera Nusa Perkasa Tersangka Tapi Masih Bisa Main Proyek 

 

POSMETRO.CO: Direktur PT Putera Nusa Perkasa Adrian Soasa alias Andre dipolisikan. Bahkan kasus kontraktor yang bergerak di proyek Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Batam ini nyaris 'masuk angin' di Unit III, Satuan Reskrim Polresta Barelang.

Sejak 15 Januari 2015 kasus penipuan itu dilaporkan, baru bulan Juni 2016 lalu, Andre ditetapkan sebagai tersangka. Andre dijerat pasal 379 A, karena ada korban lain yang melaporkan kasus serupa yakni Toko Karya Mas di Tiban. 

"Tapi, pas mau ditahan penyidik, Andre saat itu pura-pura minta izin ke toilet lalu kabur. Nomor HP nya pun langsung tak aktif," ungkap Palti Siringo Ringo, Penasehat Hukum PT Boston Beton Redemix, Batuampar, kepada POSMETRO.CO, Rabu (12/10/2016) sore. Katanya, saat itu Andre berstatus wajib lapor seminggu dua kali yaitu Senin dan Selasa. 

Sejak dikabarkan kabur, warga yang berdomisili di Perumahan elite, Duta Mas, Batamkota ini tidak diketahui lagi keberadaannya. Anehnya, sambung Palti, perusahaan yang dipimpin Andre tahun 2016 ini kembali memenangkan proyek lelang dari Dinas PU Kota Batam.

"Saya yakin tersangka tidak lari, karena proyeknya masih ada di Batam," duganya. Bahkan lanjut dia, sekitar satu minggu lalu, Palti mendapat informasi kalau Andre masih melanjutkan proyeknya. 

"Rekanan dia (Andre) bilang kalau dia masih belanja besi  sekitar Rp 300 juta di PT Batindo Jaya Sentosa (BJS) Batuampar," jelas Palti. Sebut dia, apa yang dilakukan Andre merupakan preseden buruk bagi penyelenggaraan infrastruktur di Batam.

"Ini masukan saja buat Tim lelang, agar lebih selektif lagi menentukan pemenang tender. Jelas perusahaan ini bermasalah," harapnya. Karena, sambung Palti jika bermasalah, pembangunan infrastruktur di Batam tidak akan optimal.  

Kata Palti, tersangka bermasalah dengan kliennya yaitu Manager PT Boston Ng Jan Fui alias Aci. "Tersangka menipu klien saya, kerugian sekitar Rp 960 juta," jelasnya. Uang hampir satu miliar itu adalah pembelian bahan redemix untuk pengerjaan semenisasi jalan di Bengkong Swadebi, Bengkong Dalam dan Batuaji. "Tiga  proyek diorder atas nama dia," terangnya.  

Masih kata Palti, berbagai cara sudah dilakukan kliennya. "Tapi tak ada itikad baik dari Andre untuk membayarnya," terang Palti. Malah, kata dia, Andre tak mau bayar karena redemix itu diordernya tapi diberikan ke pihak ketiga yakni CV Mitra Sinar Huban.

"Dari BAP, direktur CV ini mengakui kalau mengambil redemix dengan Andre dan sudah membayar lunas Rp 500 juta kepada Andre," sebutnya. Selain itu Sutarno, Kabid Prasarana Jalan dan Jembatan Dinas PU Kota Batam juga diperiksa sebagai saksi. 

Lebih lanjut dia bercerita, kalau track record Andre kerab menjadi bahan gunjingan rekanan sesama kontraktor. Informasi yang didapat pihaknya, sebenarnya Andre tahu proyek lelang yang menang itu akan rugi. "Tapi dia hanya berharap uang muka atau DP proyek agar bisa 'diputar' kembali," pungkasnya. (cnk)