Senin, 31 Oktober 2016, 12:25

Cinema Raya Sukses Tayangkan 7 Film, Filmaker Kepri

 

POSMETRO.CO: Cinema Raya (CR) sukses menayangkan 7 film pendek dari 7 filmaker Kepulauan Riau (Kepri), di bioskop 4 Blizt Kepri Mall, Batam, Minggu (30/10/2016).

Sambutan hangat dan aplaus para penonton yang hadir bergema. Sepanjang penayangan, beragam reaksi dimunculkan, mulai dari pertanyaan, masukan, serta apresiasi saat film usai diputar.

Pemutaran film berdurasi 10 hingga 15 menit itu, menyajikan hasil karya anak muda dari Kepri. Film yang ditampilkan dalam acara tersebut yakni berjudul Artefact karya Amril Saputra, Tekad sang Brigadir karya Ibonk Hermawan, Progress disutradarai Trio Novellis, The Time karya Bagas, From Here To Now Where karya Ade Losnojos, Ayah dibuat oleh Hendro, film terakhir yang memukau penoton karena akting pemainnya The Stork Who Dropped Me, Jet Yatmoko.

Jet Yatmoko, Filmaker asal Batam mengatakan, CR adalah titik awal dari acara yang nantinya berkesinambungan. Pemutaran ini ditayangkan bagi pencinta film di Kepri. Kegiatan ini non profit artinya keuntungan dari acara akan dikembalikan untuk kegiatan selanjutnya.

"Disini kita kumpul, nonton dan diskusi bareng untuk silahturahmi dan saling mengenal. CR rencananya akan kontinyu mengadakan acara seperti ini, tidak hanya sekali tapi 6 bulan sekali," ujarnya.

Selain itu, katanya bagi teman-teman cinemas Kepri yang ingin berpartisipasi bisa mengirimkan karyanya ke CR. Nanti, setiap film yang masuk akan diseleksi untuk ditayangkan.

"Antusias cukup bagus, banyak pertanyaan yang membangun. Kami juga ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung CR," tuturnya.

Dian, seorang penonton, sangat mengapresiasi karya Ade Losnojos, film berdurasi 7.26 detik dapat membuat penonton ketawa. Karena isi dari film ini sebuah kisah pemikiran yang buntu mencari ide dan menyisipkan unsur lucu di dalamnya. Walaupun jalan ceritanya tak nyambung tapi mampu mengocok perut para penonton.

"Saya suka film animasi buatan Ade, alur ceritanya tak nyambung tapi  keren, bagus banget. Sutradaranya bisa membuat kita ketawa saat film itu diputar," pujinya.

From here to noe where, film pendek ini telah menjadi semi finalis di mobile film festival yang diadakan di Carlifornia, USA. Sedangkan "Tekad sang Brigadir" merupakan kisah nyata dari seorang polisi berpangkat Bripka Suheri Sitorus yang mengabdikan dirinya dengan mengajar baca tulis Suku Sakai, di daerahnya.

Film ini mendapat juara 1 festival Net TV tahun 2015. "The Time" menyampaikan sebuah pesan yakni untuk menghargai waktu. Begitu juga hasil karya sutradara yang lain, mereka dapat masuk ke perfilman pendek di manca negara.

"Film animasi ini sengaja saya buat berbeda dari yang lain. Dalam pembuatannya saya menggunakan 4 ribu frame dengan menyatukan satu foto ke foto lain. Membutuhkan waktu 10 hari proses pengerjaannya. Tapi Alhamdulillah cukup menghibur penonton," bangga Ade. (hbb)