Sabtu, 05 November 2016, 13:14

Murai Batu dan Love Bird Primadona Penghobi Burung

 

BATAM PM: Bagi penghobi ternak unggas, khususnya burung, maka tak asing lagi dengan jenis burung Murai Batu dan Love Bird. Kedua jenis burung ini menjadi primadona bagi penghobi burung. Puncaknya, burung ini akan di lombakan.

"Bagi kami, suara kicauan burung ini cukup membuat terhibur. Walaupun perawatannya cukup ribet, namun ada kebanggan ketika burung peliharaan kita menang dalam lomba," ungkap Irfan (34) seorang penghobi burung.

Menurut Irfan, perawatan khusus unggas ini perlu rutinitas seperti rutin memandikan, rutin menjemur, dan rutin untuk membersihkan kandang. Dan yang penting diperhatikan adalah, pakan burung yang berkualitas dan bergijzi tinggi.

"Kebanyakan penghobi burung suka dengan suara burung yang berkicau dengan durasi panjang, termasuk saya," ujarnya.

Untuk menyalurkan bakat burung tersebut, ratusan penghobi burung juga melakukan perlombaan. Salah satu tempat perlombaan burung terbesar di Kecamatan Batuaji berada di Ruko Senawangi,  "Kicau Mania"

Setiap hari Sabtu sore, lokasi perlombaan burung tersebut akan diramaikan ratusan penghobi burung. Bagi pemenang dalam perlombaan ini akan diberikan piala dan piagam.

"Dalam group ini, kita memiliki sekitar 700 anggota khusus penghobi burung. Untuk menyalurkan kemampuan kicau yang dimiliki burung tersebut, kita lakukan perlombaan," kata Heri Arjuna selaku ketua panitia Kicau Mania.

Ia mengatakan, burung jenis Murai Batu dan Love Bird sering menduduki bangku jawara atau pemenang dalam perlombaan. Sementara jenis burung yang lain jarang memenangkan perlombaan ini.

"Ada beberapa burung yang kita ikut sertakan dalam lomba. Yakni, Murai Batu, Love Bird, Pleci, Kacer, Kenari, Mata Putih, Colibri dan Cucak Ijo," jelasnya.

Dalam perlombaan ini, panitia sudah menyediakan juri sebanyak empat orang. Juri tersebut sudah terlebih dahulu diseleksi dan sudah paham betul tentang penilaian pada burung.

"Yang dinilai adalah, suara kicauan burung, durasi kerja (bisa bunyi terus), volume suara, gaya burung, dan fisik burung," ujar Heri Arjuna saat diwawancarai di lokasi perlombaan.

Dalam perlombaan ini, lanjut Heri Arjuna, burung tersebut akan dikelompokkan. Misalnya, jenis Murai Batu berlawanan dengan Murai Batu. Jenis Love Bird akan berlawanan dengan Love Bird. Begitu juga dengan jenis burung lain, burung yang dilombakan harus sesuai dengan jenisnya.

"Dalam satu hari, kadang ada 15 perlombaan. Satu kali perlombaan kadang diikuti sebanyak 20 ekor burung," paparnya lagi.

Menurit Heri Arjuna, beda pemilik burung tentunya beda cara perawatannya. Beda burung, beda juga cara merawatnya. Karena hal ini, para penghobi burung akan merasa senang dan sangat bangga ketika burung peliharaannya menang dalam perlombaan.

"Perlombaan ini ada beberapa tingkat, yakni tingkat daerah dan tingkat Nasional. Untuk tingkat daerah membutuhkan 4 juri. Sedangkan tingkat Nasional membutuhkan 8 orang juri," bebernya.

Sedangkan burung yang sudah pernah menjuarai tingkat Nasional, tentunya harganya sangat mahal. Bisa-bisa harga burung tersebut mencapai ratusan juta rupiah.

"Ada peserta kita yang memiliki burung Murai Batu. Burung tersebut sudah pernah menang di tingkat Nasional,  burung Murai Batu ini memiliki harga Rp 100 juta," ulas Heri Arjuna. (jho)

Bagi penghobby burung, lanjut Heri Arjuna, mereka boleh gabung ke group Kicau Mania. Hal itu di sampaikan agar sesama penghobby burung dapat berkumpul dan sama sama menyaksikan keunggulan yang di miliki oleh burung peliharaannya.

"Kita tidak tahu sejauh mana keunggulan burung peliharaan kita kalau tak pernah di lombakan," tutup Heri Arjuna. (Jho)