Senin, 14 November 2016, 22:30

Pas Pelabuhan Domestik Karimun Naik 100 Persen

POSMETRO.CO : Setelah melalui rapat bersama yang di gelar di Ruang Rapat Cempaka Putih, Kantor Bupati Karimun Senin (14/11), akhirnya tarif pas pelabuhan domestik Tanjungbalai Karimun ditetapkan Rp5 ribu.

Tarif ini disepakati pemerintah daerah dan sejumlah Intansi lain, termasuk DPRD Karimun yang diwakili Ketua Komisi II, Yusuf Sirat, Dishub, PT Pelindo, KSOP, Danlanal Karimun, Tokoh masyarakat, PHRI dan sejumlah pihak terkait.

Kenaikan pas pelabuhan menjadi Rp5 ribu dinyatakan sudah mencapai 100 persen, dari tarif sebelumnya yakni Rp2.500, -. 

"Hasil akhir saya rasa kita setujui naik menjadi Rp5 ribu, ini dari hasil rapat dan kesepakatan dalam rapat ini. Kenaikan, Rp 5 ribu dahulu, untuk awal dengan harapan Pelindo sudah lebih baik, baru akan dibahas kembali apakah patut dinaikan lagi,"  ucap Bupati Karimun H Aunur Rafiq dalam akhir rapat tersebut.

Sebelumnya Dirut PT Pelindo Karimun, Syahri Ramadhana menjelaskan pihaknya telah mengajukan kenaikan tarif sejak 18 Juli 2016 lalu. 

"Pengajuan kenaikan Rp7 ribu melihat kondisi tarif di Karimun saat ini adalah yang paling rendah, sebagai perbandingan tanjungpinang Rp5 ribu, Telaga Punggur Rp5 ribu, pelabuhan Haborbay Rp8 ribu, Pelabuhan Sekupang Rp8 Ribu, Karimun Rp2.500," ucap Syahri Ramadhana dalam presentasinya.

Syahri juga menjelaskan PT Pelindo juga telah ikut andil dalam membantu memberikan PAD dari sektor kepelabuhanan ,dengan bermitra bersama PT KKM atau BUP.

"Dimana sumbangsi kita ke BUP dari tahun 2009 hingga Agustus 2016 ini nilainya sudah mencapai Rp56 miliar lebih," tegas Syahri lagi.

Atas dasar itulah untuk selanjutnya pihak Pelindo melakukan pembenahan di tingkat pelayanan, seperti pemasangan barkode, penyekatan ruangan dengan memasang AC, dan perbaikan kursi.

"Itu sudah kita lakukan di bagian terminal penumpang domestik dan untuk itu kita mengajukan kenaikan tarif," tegasnya kembali.

Sementara Bupati Karimun, H Aunur Rafiq,  menyatakan surat PT pelindo tgl 18 Juli sudah disikapi. Terkait kenaikan pas pelabuhan pada saat itu pemerintah saat itu meminta menunda, dan akan menyikapi kenaikan apabila Pelindo memperbaiki atau merenovasi Pelabuhan terutama masalah pelayanan Publik.

"Kita sudah lihat tadi presentasi GM Pelindo terkait sudah melakukab perbaikan tapi belun maksimal karena adanya halangan terkait kepemilikan lahan oleh pihak ke3. Jadi kita terimakasih. Kemudian kita lihat Kontribusi PT Pelindo Rp56 miliar selama 8  tahun ini,  rata-rata pertahun Rp7 miliar. Jangan salah tafsir  Sesungguhnya yang masuk ke kas daerah tidak seluruhnya. Karena ada PT KKM atau BUP, dimana hasil tersebut juga disharingkan untuk mengoperasionalkan sejumlah pelabuhan domestik lainnya,'' kata Rafiq. (ria)