Sabtu, 26 November 2016, 11:49

Sosialisasi pemberangkatan TKI wajib diperbanyak!

 

POSMETRO.CO: Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, datang ke Batam. Mereka, membahas tentang aturan-aturan yang diterapkan kepada calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang hendak hijrah ke luar Negeri. Selain itu, mereka juga mengharapkan adanya edukasi terhadap masyarakat, tentang bahayanya pemberangkatan TKI Ilegal.

Syamsul Bachri, Anggota Komisi IX dari Fraksi Partai Golongan Karya Sulawesi Selatan II, mengatakan kalau kedatangan mereka ke Batam, membahas mengenai urgensi perubahan Undang-undang Nomor 39 Tahun 2004 Tentang Penempatan Dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Di Luar Negeri.

"Supaya mengatur lebih lengkap apa yang akan dilakukan pemerintah, calon TKI dan pengerah tenaga kerja," katanya, Jumat (25/11/2016).

Dia merasa, perubahan UU 39 memang wajib dilakukan, karena selama ini masalah TKI selalu tersendat-sendat. "Sehingga, kelemahan yang ditemui saat ini, tak bisa ditutupi," ujarnya.

Itulah sebabnya, Komisi IX mengusulkan perubahan UU 39. Supaya, ada acuan baru,l yang lebih komprehensif untuk mengatasi kelemahan di regulasi TKI. Untuk proses pengiriman tenaga kerja, juga dibuatkan regulasi yang lengkap.

"Ini hulunya dulu kita selsaikan. Masalah lain, penyediaan tenaga kerja. Kita akan benahi berbagai sektor, tak hanya tenaga kerja. Tapi juga ekonomi," ungkapnya.

Selain urgensi perubahan regulasi yang menangani TKI, ada juga penanganan yang memang wajib dipersingkat dan dipermudah. Pelayanan satu atap, menjadi pilihan terbaik untuk mempersingkat dan mempermudah pelayanan kepada calon TKI.

"Jadi TKI tak perlu riwa-riwi. Selain itu, juga perlu ada koordinasi antar negara. Sehingga bisa memantau dan aman," ujarnya.

Untuk pemerintah dan pengerah TKI, sosialisasi diminta lebih diperbanyak. Kasus tewasnya puluhan TKI Ilegal di perairan Teluk Mata Ikan, Batu Besar, harusnya menjadi pukulan keras bagi pihak yang bersangkutan. "Saya yakin masyarakat tahu ada pemberangkatan TKI di sana. Cuman karena mereka gak tahu itu terlarang, jadi dibiarkan saja," pungkasnya. (iik)