Senin, 28 November 2016, 21:53
Merangkai Aliran Listrik ke Pulau (bagian-3)

DED  Listrik Rempang, Galang Sudah Ada

B'right PLN Batam juga sudah mengaliri listrik sampai ke pulau Rempang. Patokan gampangnya, sampai Jembatan Empat. Memang tak mudah, menyalurkan listrik ke pulau-pulau. Beberapa regulasi, musti dilengkapi dengan tepat sebelum listrik bisa menyala di sana. 

Sebanyak 715 kilometer persegi luas Barelang, potensi pengguna listriknya mayoritas masih di Batam. Total jumlah pelanggan b'right PLN Batam saat ini, mencapai 291.644 pelanggan. "Kalau lihat ada kabel yang di samping jalan, berarti masih teraliri listrik," Benny menjelaskan. 

Jika ada daerah yang belum teraliri listrik - namun infrastrukur kelistrikan sudah ada - b'right PLN Batam akan berusaha mengaliri listrik ke daerah tersebut. Yang pasti, daerah tersebut berada di kawasan Barelang, dan melengkapi tiga aspek yang disyaratkan. 

Pertama, calon pengguna wajib melengkapi aspek teknis. Di sana, tim dari PLN akan menyurvei lokasi dan mencari keberadaan jaringan listrik terdekat. Jika belum ada, proses akan semakin lama karena b'right PLN Batam wajib membangun jaringan terlebih dahulu.

Kedua, aspek legal. Calon pelanggan, wajib menunjukkan surat-surat kelegalan lahan yang akan dipasangi listrik. Biasanya berupa bukti sertifikat rumah atau lahan. Ketiga, calon pelanggan harus melengkapi aspek administrasi. Petugas, akan memeriksa KTP dan rekening listrik tetangga (jika ada). "Kalau rumah liar, tak bisa kasih. Karena aspek legalnya yang gak bisa mereka tunjukkan," katanya lagi. 

Sama dengan Alm. Muhammad Sani, b'right PLN Batam juga bercita-cita mengembangkan jaringan listrik ke pulau-pulau. Beberapa daerah di Galang yang masih menggunakan genset atau panel surya, dipastikan akan dimasukki b'right PLN Batam. 

Bahkan, Detail Engineering Design (DED) pembangunan infrastruktur listrik di Rempang dan Galang, sudah ada. PLN, hanya menunggu waktu yang pas, sembari melihat potensi konsumen di lokasi. 

"Ada tim proaktif marketing yang akan mengurusi itu," ujar Benny. "Bukan tak mungkin juga, pulau lain akan teraliri listrik. Karena cita-cita Pak Sani (alm), ingin merangkai pulau dengan listrik. Beliau minta supaya PLN Batam membantu agar tak gelap," tambahnya. 

Sementara Pemerintah Kota Batam, tentu sangat mendukung program merangkai pulau dengan listrik yang digaungkan Alm. Sani. Sejak setahun terakhir, Pemko Batam berusaha mengaliri listrik ke pulau dengan berbagai cara. Seperti donasi genset dengan daya sedang, sampai pemasangan gratis Solar Home System (SHS) atau panel surya. 

Laporan pulau tanpa listrik, tentu sering diterima Pemko Batam. Terakhir, Muhammad Rudi, Wali Kota Batam, mendapat laporan tentang susahnya listrik di Pulau Pekasih, Belakangpadang. Pemko, memberikan bantuan berupa panel surya kepada masyarakat setempat. Jika terjadi kerusakan atau butuh pergantian batre, warga Pekasih diharapkan mengajukan proposal ke Pemko. "Batrenya didesain tahan dua tahun. Setelah itu wajib ganti," kata Rudi. 

Sama seperti di Sijantung, masyarakat Pekasih juga mengharapkan b'right PLN Batam mengaliri listrik di sana. Apalagi, b'right PLN Batam pernah dinobatkan menjadi perusahaan percontohan pengelola listrik mandiri di Indonesia. Dengan berjalannya interkoneksi Batam-Bintan, pemerataan listrik di pulau-pulau harusnya bisa se-rata mungkin.  (ikil faiz/habis)