Senin, 05 Desember 2016, 15:40

Berawal dari Kecintaannya pada Honda Tiger

 

BATAM, PM: Berawal dari hobi dan kecintaan yang sama terhadap sepeda motor Honda Tiger, bikers Batam membentuk club sepeda motor Bikers Tiger Batam (BTB). Club ini sudah berdiri sejak 11 tahun yang lalu yakni pada 1 Agustus 2005 lalu. Saat itu, anggota club ini menunggangi Honda Tiger Revo.

Anggota BTB sudah mencapai 84 anggota. Setiap malam minggu, anggota club ini berkumpul di Taman Engku Putri, Batam Center. "Setiap ke bengkel atau kemana-mana sering jumpa pengguna Tiger, jadi bagaimana cara kita mendirikan dan membentuk satu club," Ketua BTB, Asnan menceritakan awal berdirinya club sepeda motor ini.

Seperti club-club sepeda motor lainnya, BTB juga sering melakukan tour ke pulau-pulau yang ada di Kepri, baik untuk melepas penat maupun silahturahmi dengan club-club sepeda motor lainnya. Yang patut ditiru, club sepeda motor ini juga aktif dalam kegiatan bakti sosial. Mereka kerap mengunjungi dan menyantuni panti asuhan.

Tidak sedikit pengalaman yang saat mereka melakukan tour. Seperti yang diceritakan Asnan. Beberapa waktu lalu ia melakukan touring ke wilayah Nongsa. "Biasanya kami menjajal aspal, tapi waktu itu kami mencoba hal baru dan melewati jalan tanah," ujarnya.

Jalan tanah yang ditempuh cukup menantang. Tanjakan yang dijajaki cukup tinggi, dengan kemiringan sekitar 70 derjat. Namun di jalan, tiba-tiba sepeda motor kesayangannya mati mesin. Meski berkali-kali distater maupun diengkol, mesin sepeda motornya tetap tidak menyala. "Malam itu bertepatan dengan malam satu suro," kenangnya.

Ia pun terpaksa harus harus mendorong sepeda motornya beberapa ratus meter. Di jalan tanah itu ia dan kawan-kawannya juga menemukan jejak kaki macan.Setelah lelah mendorong, ia kembali mencoba menyalakan sepeda motornya. Anehnya, hanya satu kali stater, kuda besinya langsung menyala.

Sementara itu, Ronal, Bendahara BTB ini memiliki alasan tersendiri untuk bergabung dengan club sepeda motor tersebut. Saat 'ngumpul' dengan kawan yang memiliki hobi yang sama, beban yang dimiliki terasa berkurang. "Kalau ada masalah, kita bisa sharing sama kawan-kawan. Mungkin kawan memiliki solusi yang baik," tuturnya.

Selain itu, ia dan aggota club lainnya merasa memiliki saling terbantu saat ingin memperbaiki ataupun modifikasi sepeda motor Honda Tiger. "Tempat kita berbagi suka dan duka," ulasnya.

Club sepeda motor ini juga melarang setiap anggotanya gagah-gagahan di jalan. Mematuhi rambu lalu lintas dan safety riding  berkendara selalu diutamakan. Hal ini sudah ditanamkan kepada setiap anggotanya saat pertama kali bergabung.

"Saat Ospek, kita akan uji pemahaman calon anggota tentang sepeda motor. Jangan hanya bisanya mengendarai saja. Bikers harus tahu cara merawat ataupun memberikan pertolongan pertama pada sepeda motornya, kalau-kalau sepeda motornya mogok di jalan," jelas Ronal.

Keberadaan club-club sepeda motor di Batam mendapat perhatian dari main diler sepeda motor. Seperti halnya Honda. Saat ini ada delapan club motor di bawah naungan Main Diller Sepeda Motor Honda Regional Kepri.

"Jika kita ada acara, kita selalu mengundang club-club sepeda motor Honda, ataupun jika mereka ada kegiatan, kita juga akan membantu," ulas Toni, Honda Customer Care Sect Head Kepri. (ddt)