Rabu, 07 Desember 2016, 13:52

Gempa Aceh, Jalan Terbelah

POSMETRO.CO: Gempa berkekuatan 6,4 SR mengguncang Aceh Pidie dan Pidie Jaya, Rabu (7/12/2016) pukul 05.05 WIB. Data terbaru, hingga siang ini tercatat sekitar 25 orang korban meninggal akibat bencana ini. Dilaporkan juga, sejumlah bangunan hancur. 

''Hingga pukul 11.00 WIB, tim SAR (search and rescue) telah menemukan 25 korban tewas dan 26 orang luka berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Dia memastikan tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Tagana, PMI, relawan, dan masyarakat akan terus bekerja. Sebab, jumlah korban sangat mungkin terus bertambah.
BNPB juga terus menghimpun kerusakan bangunan akibat gempa. Data sementara menunjukkan di Kabupaten Pidie Jaya saja terdapat 72 unit rumah toko roboh, beberapa tiang listrik ambruk, hingga beberapa ruas jalan rusak. 

Selain itu juga tercatat ada 15 unit rumah rusak berat, lima unit masjid roboh, satu unit gedung STAI AL-Azziziyah roboh. Kerusakan juga melanda wilayah lain di Aceh. ”Di Kabupaten Bireuen terdapat  dua unit rumah roboh dan satu unit masjid roboh," jelas dia.

Dia menegaskan, fokus utama saat ini adalah pencarian dan penyelamatan korban yang tertimpa bangunan yang roboh.

Sementara, Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan bahwa pascabencana gempa, ada beberapa bangunan dan jalan yang rusak.

"Data bangunan yang sudah terdata rusak adalah SPBU Kecamatan Ulegle, Warkop Umar Kumis Kecamatan Ulegle, Meunasah Muko Kuthang Kecamatan Ulegle, Toko Haji Jailani Kecamatan Bandarbaru," kata Martinus.

Selain bangunan, Martinus menambahkan ada beberapa jalan yang terbelah dan rusak. ''Beberapa jalan yang rusak yaitu Jalan Pangwa, Kecamatan Trieggadeng sampai Meuredu," jelas Martinus.

Untuk data korban jiwa, Martinus mengaku belum mendapatkan laporannya. Hanya saja, semua korban gempa sudah dievakuasi di Rumah Sakit Umum Pidie Jaya dan Rumah Sakit Umum Pidie.

"Titik gempa diprediksi berada di 18 Km Timur Laut Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Kedalamanannya berkisar 10 km," tandas Martinus. 

Terpisah, akibat bencana gempa berkekuatan 6,4 SR, Rabu  sempat membuat panik situasi di Lapas ‎Benteng, Kecamatan Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh. "Di Lapas Benteng, tahanan sempat rusuh. Tapi sekarang sudah dapat dikendalikan," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Kombes Rikwanto di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Menurut Rikwanto, tahanan sempat bertindak anarkistis pasca-bencana gempa terjadi. Penanggulangan massa anarki itu pun cukup terkendala oleh pihak lapas lantaran menunggu bantuan keamanan dari Polri-TNI. "Kondisi lapas sebagian rusak akibat lemparan batu dari dalam lapas," imbuh Rikwanto.

Sementara itu, mengenai aksi anarkistis para tahanan, Rikwanto memastikan tidak ada korban jiwa. Semua tahanan pun sudah dikembalikan ke dalam selnya. "Tahanan lengkap tidak ada yang lepas. Polri dan TNI siaga di sana," tandas Rikwanto. (jpnn)