Senin, 19 Desember 2016, 20:27

Dewan: Ini Aib pelayanan Pendidikan

 


POSMETRO.CO: Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Uba Ingan Sigalingging, meminta kepada Dinas Pendidikan agar sesegera mungkin bertindak terhadap laporan kasus remedial yang diganti barang.

 

Senin (19/12/2016), ia menegaskan kalau remedial dibuat untuk meningkatkan kompetensi murid, bukan adat pemberian barang. “Kalau dimungkinkan siswa memperbaiki. Tanpa harus ada embel-embel. Ini salah satu bentuk intimidasi, melalui permintaan. Yang pada akhirnya, masuk kategori pungutan liar (Pungli),” katanya, pada posMETRO.


Ia meminta, Disdik tak hanya memberikan teguran terhadap yang bersangkutan. Pemerintah, harus memberikan sanksi, agar dunia pendidikan tak tercoreng. “Beri semacam tindakan, atau langkah yang sifatnya teguran. Dan perlu diberikan sanksi,” jelasnya.


Mengenai tanggapan Muslim Bidin yang mengaku bisa memindahkan guru yang bersangkutan ke pulau - tapi perlu instruksi pimpinan - Uba merasa kalau itu tak terlalu dipermasalahkan. Sebagai dinas yang memang mengurusi pendidikan, mereka bertanggungjawab  terhadap fungsi pengawasan.


“Disdik jangan berdalih dengan pimpinan. Mereka yang punya kewenangan secara fungsi, mereka tanggungjawab. Kalau berdalih, sama dengan upaya menghindari tanggungjawab,” katanya.


Jika belum ada laporan masuk, Uba merasa jika murid terlalu takut melaporkan kasus ini ke orangtua.  “Tanpa harus menunggu laporan, Disdik harus bergerak cepat. Ini aib pelayanan pendidikan Kota Batam. Saya kira wali kota tak akan biarkan hal ini,” ungkapnya.


Sementara Kepala Sekolah SMKN 4, Taher, menjelaskan bahwa pihak sekolah sudah memanggil guru yang bersangkutan. Mengenai kebenaran kasus ini, ia mengaku sudah menanyakan terhadap guru itu. “Yang jelas kita sudah panggil. Kita periksa. Sudah kita berikan teguran tertulis. Yang bersangkutan berjanji tak akan mengulangi,” katanya singkat melalui sambungan telepon. (iik)