Rabu, 21 Desember 2016, 13:48

"Kenapa Harus Dibunuh"

 

BATAM PM: Dementus Firdaus dan Ricardo, dua orang yang tewas dikeroyok massa di Perumahan Pendawa Asri Senin (19/12) dini hari telah dikebumikan di Sei Temiang. Keluarga korban masih belum terima dengan kejadian itu.

"Hukum harus ditegakkan, saya menduga pelakunya bukan hanya 6 orang saja," kata Bintang Pardosi (33), keluarga Dementus Firdaus. 

Menurut warga yang bertempat tinggal di Perumahan Pendawa Asri blok A7 no 3 ini, walapun Dementus dan Rikardo melakukan pencurian, namun mereka mestinya jangan dibunuh ataupun dihakimi oleh warga.

"Apabila Dementus dan Rikardo terbukti melakukan pencurian, saya tidak akan membelanya. Namun yang paling saya sesalkan, mengapa warga langsung melakukan aksi anarkis dan main hakim sendiri," ungkapnya.

Lanjut Bintang Pardosi, masalah kasus yang menewaskan Dementus dan Rikardo sudah ia serahkan kepada pihak yang berwajib, atau kepolisian. Biar polisi yang mengembangkan fakta-fakta kejadian di lapangan."Saya ingin pelakunya dihukum sesuai dengan perbuatanya," tutur pria yang pernah menduduki jabatan sebagai Ketua RT di Perumahan Pendawa Asri ini.

Selain itu, Bintang Pardosi juga mengatakan kalau Dementus tinggal di Ruli Pasir Putih, Kecamatan Batuaji. Walaupun demikian, Dementus sering bermain ke rumahan Bintang Pardosi. Pasalnya, Bintang dan Dementus ini masih bisa dikatakan satu keluarga besar. "Ibu Dementus adalah kakak istri saya, dan Dementus adalah anak pertama," tutupnya.

Informasinya, Dementus dan Rikardo merupakan kawan akrab. Mereka berjumpa ketika keduanya sama-sama duduk di bangku SMP. Bahkan setelah beranjak ke bangku SMA, mereka juga tetap bersama-sama."Dulunya Dementus ini tinggal bersama saya di Palembang, setelah tamat SD, dia melanjutkan sekolahnya di Batam," kata kakek Dementus. 

Akibat kejadian ini, Satuan Reskrim Polresta Barelang sudah mengamankan 6 orang tersangka. Tiga di antarannya warga Pendawa Asri, 1 sekurity, 1 pemilik motor Fu, dan satu lagi ketua RW 02 Pendawa Asri.

Setelah diwawancarai, Bintang Pardosi dan keluarganya yang lain bergegas menuju Polresta Barelang. Tujuan mereka adalah, untuk mengawal  jalannya kasus yang dialami oleh Dementus dan Rikardo. 

Pasca tewasnya dua terduga maling sepeda motor di Batuaji, Camat Batuaji, Fridkalter Parulian mengatakan agar warga tidak main hakim sendiri saat menangkap pelaku kejahatan. 

"Saya juga turut prihatin terhadap korban yang meninggal dunia akibat diamuk massa. Kedepannya, saya berharap agar warga tidak main hakim sendiri ketika menangkap para pelaku kejahatan," tuturnya. 

Selain itu, Fridkalter meminta agar masyarakat menjaga kondusifitas di Kecamatan Batauaji. Kemudian, warga juga tidak dibenarkan untuk memprovokasi keadaan saat maling tertangkap di dalam perumahan. 

"Masyarakat harus meningkatkan keamanan di perumahannya masing-masing untuk menekan aksi pencurian dan kejahatan lainnya. Kalau ada menangkap maling, serahkan saja kepada pihak berwajib," tutupnya. (jho)