Kamis, 22 Desember 2016, 10:16

Warga: Terduga Teroris Batam Dikenal Pendiam dan Tertutup


BATAM PM: Petugas gabungan dari Polresta Barelang dan Tim Densus 88 anti teror terlihat mengawal ketat penggerebekan rumah terduga teroris. Dari dalam rumah di blok N no 3 RT 3 RW 8, Sagulung Bahagia, telah diamankan seorang pria bernama Abisya (28).

Penggerebekan itu mendapat perhatian warga sekitar. Tak mau ketinggalan, ratusan warga di sana pun ingin melihat secara langsung penggerebekan itu. Namun, warga tak diperbolehkan masuk ke area penggerebekan, bahkan warga juga tak diperbolehkan mengambil gambar.

Rabu (21/12) pagi sebelum melakukan penggerebekan ini, Satuan buser dari Polresta Barelang sudah terlebih dahulu koordinasi dengan Polsek Sagulung. Lalu Rabu sore, penggerebekan pun dilakukan.

Menurut informasi,  Abisya merupakan anak dari Iswadi Siregar (62) dan Nur Anggraini (60). Saat ini, informasinya Abisya ini duduk di bangku kuliah di salah satu Universitas di Batam. 

Selama ini, Abisya dikenal sebagai seorang yang pendiam dan jarang berbaur. Sehingga warga tidak mengetahui pasti seperti apa sifat Abisya. Sedangkan ayahnya bekerja sebagai tukang ojek, namun menurut warga ayahnya sangat terbuka dan ramah. "Sebenarnya, Abisya bukan anak kandung Iswadi, tapi anak kandung Nur Anggraini," ungkap seorang warga.

Kata warga, pria yang bertubuh tinggi kurus serta berkulit hitam manis ini rajin salat. Bahkan warga disana hanya bisa berjumpa dengan Abisya saat ia berada di masjid. Namun kalau tidak disapa, Abisya tidak akan menyapa. 

Sementara itu, warga lain yang tak mau disebut namanya mengatakan, bahwa di tengah malam Abisya sering menggerenda, namun entah apa digerendanya warga tidak mengetahui.

Tak hanya itu saja, warga pernah melihat Abisya sedang latihan memanah di pekarangan rumahnya. Panahnya juga lumayan panjang dan ujung panahnya sengaja dibuat dari besi.
Usai melakukan penggerebekan, petugas kepolisian pun langsung meninggalkan rumah terduga teroris. Iswadi Siregar juga menutup pintu rumahnya tanpa mengucapkan sepatah kata.

Paulus selaku Ketua Rt 03 Rw 08 menuturkan selama ini Abisya memang tertutup kepada warga. Namun Iswadi dikenal sebagai orang yang ramah. Bahkan Paulus tak menyangka bahwa Abisya diduga sebagai teroris. "Sebelum melakukan penggerebekan ini, memang petugas kepolisian sudah terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan perangkat RT dan RW," tutupnya. (jho)