Senin, 30 Januari 2017, 18:15
Kasus Tenggelamnya Kapal TKI

Sudah 11 Jenazah TKI Diidentifikasi


POSMETRO.CO: Kepala Polda Kepri, Irjen Sam Budigusdian mengatakan, saat ini tim Disaster Victim Identification (DVI) yang disiagakan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri di Batubesar, Nongsa, sudah bisa mengidentifikasi tiga dari 18 jenazah yang ditemukan sejak, Jumat (27/1) di kawasan perairan Batam dan Bintan. 

"Kita sudah identifikasi, tiga jenazah semuanya laki-laki," terang Sam. Dijelaskannya, tiga jenazah yang teridentifikasi adalah label 001 atas nama Zakarias, berjenis kelamin laki-laki asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Dasar identifikasi, jelasnya, yakni dari data dental, rekam medis dan properti yang dikenali oleh istri korban, Yuliana.

Selanjutnya, jenazah label 003 dikenali sebagai Samsuri, laki-laki asal Sambijajar, Tulungagung di Jawa Timur. Dasar identifikasi, urainya, yakni dari data dental, sidik jari jenazah, properti dan rekam jejak medis. Jenazah Samsuri dikenali oleh Iis, yang tak lain merupakan saudara korban dan Solihin, seorang perangkat desa setempat.

Terakhir, jenazah kode 013 dikenali atas nama Muhlip, laki-laki asal Kampung Wijen Klebu, Lombok Tengah di Nusa Tenggara Barat (NTB). Korban dikenali dari data medis dan properti yang dikenakan, saat ditemukan oleh Wenda, kakak korban.

Kapolda menuturkan, pihaknya masih berkoordinasi dengan BP3TKI Tanjungpinang untuk proses penyerahan jenazah ke pihak keluarga untuk kemudian dimakamkan. "Kami masih berkoordinasi untuk jadwal pasti penyerahan dan pemulangaan jenazah yang sudah teridentifikasi tersebut," ujarnya.

Dengan teridentifikasinya tiga jenazah tersebut, maka masih ada 15 jenazah diduga korban kecelakaan speedboat TKI ilegal di perairan Johor, Malaysia, pada Senin (23/1) menjelang subuh lalu, yang berhasil ditemukan di wilayah perairan Bintan dan Batam belum diketahui identitasnya.

"Informasi terkhir yang di Johor delapan teridentifikasi. Jadi, jumlah korban teridentifikasi menjadi 11 jenazah," imbuh dia. Polda Kepri juga mendirikan Posko Ante Mortem di RS Bhayangkara untuk mengumpulkan data keluarga korban, guna mempermudah proses identifikasi jenazah-jenazah tersebut.(abg)