Selasa, 28 Februari 2017, 19:02
Diserahkan ke Angkatan Laut

Nelayan Anambas Amankan Kapal Pukat Mayang

POSMETRO.CO: Nelayan tradisional Desa Ladan, Kecamatan Palmatak, Anambas mengamankan kapal pukat mayang yang beraktivitas di bawah 10 mill dari bibir pantai.  Mereka mengaku, sejak kapal pukat mayang ini beroprasi di sekitar pulau terdekat, nelayan semakin sulit mendapatkan ikan. 

Kapal dengan nama KM.Deli Asahan dengan bobot 68 Gross Ton (GT) itu saat ini sudah diamankan oleh Lanal Tarempa untuk diproses lanjut.

"Mereka beroperasi sekitar 8 mill lah dari pulau. Bukan hanya satu atau dua nelayan yang melihat tapi, ada sekitar lima atau enam nelayan melihat mereka beraktivitas dekat pulau," kata Kepala Desa (Kades) Ladan, Abdul Hayan kepada awak media, Selasa(28/2/2017). 

Diceritakan Abdul Hayan, kapal pukat mayang itu diamankan oleh nelayan, Minggu (26/2/2017) lalu. Nelayan yang sudah kesal melihat kelakuan nakhoda beserta awak kapal akhirnya mendatangi kapal tersebut. Setelah dilakukan negosiasi, akhirnya nakhoda kapal bersedia mengikuti permintaan nelayan untuk merapat kepelabuhan Desa Ladan.

Sesampainya di pelabuhan Ladan, masyarakat pun langsung berkumpul untuk melihat secara langsung kapal pukat mayang tersebut. Dari atas kapal, terlihat sedikitnya ada 2 ton ikan tongkol hasil tangkapan mereka.
 
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sang Kedes pun langsung menghubungi pihak Lanal Tarempa. Kapal beserta hasil tangkapan, digiring ke Tarempa untuk diproses lebih lanjut. Saat ini, kapal pukat mayang tersebut lego jangkar didepan pelabuhan Mako Lanal Tarempa. "Yang jelas, nelayan terancam kalau kapal pukat mayang ini aktivitas dekat pulau," tuturnya.   

Terpisah, Pasops Lanal Tarempa, Lettu Laut (P) Tigor Siahaan mengatakan pengamanan, mereka juga memeriksa surat-surat kapal. "Yang jelas, untuk tahap awal kita melakukan pengecekan kelengkapan dokumen dan ABK," ujarnya.   

Ia menambahkan, jika dari hasl pemeriksaan nantinya kapal pukat mayang ini terbukti dengan sengaja melanggar keamanan laut maka, pihaknya akan menahan kapal beserta ABK dan Nakhoda.

"Dari hasil pemeriksaan sementara, awalnya mereka menangkap ikan diatas 10 mill. Namun karena mesin rusak, mereka terbawa arus menuju arah pulau Ladan," tutup Tigor.(yes)