Minggu, 05 Maret 2017, 12:49
Kasus Dugaan Penyekapan

Malapetaka Utang di Kampung Aceh (bagian-1)

POSMETRO.CO: Ada kisah menarik soal Tarmizi alias Midi (46), pelaku dugaan penyekapan di Kampung Aceh, Seibeduk dan korbannya Hendriawan (30). Perkara ini berawal utang piutang. Bagaimana ceritanya?

Jhon Piter Marpaung,  Penasihat Hukum Midi di Mapolres, Sabtu (4/3) mencerita awal kisahnya. Menurut Jhon, antara Midi dan Hendriawan, mulanya tidak saling kenal. Midi mengenal Hendriawan dari Awi, rekan seumurannya Hendriawan. 

"Dia (Awi) inilah yang meyakinkan Midi untuk meminjamkan uang sebesar Rp50 juta," kata Jhon membuka cerita.

Awi dan Hendriawan datang ke tempat Midi. Maksudnya mau pinjam uang. "Katanya untuk tanda jadi membeli sebuah barang. Midi juga tidak tahu barang apa yang dimaksud dua orang itu," cerita Jhon. 

Saat itu, Jhon melanjutkan, Hendriawan berjanji akan mengembalikan uang Rp50 juta tersebut dalam kurun waktu tiga jam saja. Sebagai jaminan, Awi beserta kendaraan roda empat miliknya pun ditinggal di rumah Midi selagi Hendriawan pergi. 

"Karena yang membawa si Awi ini, dan dia meyakinkan, akhirnya dipinjamkan lah uang Rp50 juta itu oleh klien saya.‎ Ditunggu berjam-jam, bahkan sampai tiga hari, Hendriawan ini tak muncul-muncul lagi," katanya.

 Kemudian ketika Hendriawan itu pergi pun, Awi dan mobilnya tidak ada diapa-apakan. "Klien saya hanya bilang, setelah Hendriawan datang, kamu (Awi) boleh pergi," kata Jhon lagi.

‎Karena tak ada kabar berita, Midi kesal. Bersama rekannya yang lain Midi pun mencari Hendriawan, sampai ke rumahnya. Di sana, ia melihat rumah Hendriawan dalam kondisi gelap gulita. "Tapi klien saya melihat ada yang mengintip dari balik horden jendela. Setelah rumahnya diketuk dan diminta buka, rupanya Hendriawan sedang sembunyi di kamar. Dibawalah dia ke Kampung Aceh," jelasnya.

 Kemudian, kata Jhon, Midi memastikan setelah Hendriawan ini ditemukan, Awi pun langsung pulang sama mobil Suzuki Ertiga nya yang menjadi jaminan utang tadi.‎ 

Bahkan setelah Hendriawan ini dibawa ke Kampung Aceh, dia masih diperbolehkan pulang lagi untuk mengambil uang dan mengembalikannya ke Midi.

 Hendriawan pun akhirnya datang kembali menemui Midi. Sayangnya, tidak sesuai kesepakatan, Hendriawan hanya membawa uang sebesar Rp5 juta. "Karena tak sesuai kesepakatan, klien saya nggak mau. Datang lagilah keluarga Hendriawan membawa Rp20 juta. Klien saya tetap tidak mau, dia mau dikembalikan Rp50 juta, dan masalah selesai. Itulah ditelepon lagi keluarga Hendriawan untuk membawa sisa Rp25 jutanya," tegas Jhon. 

Masih kata Jhon saat itu kedua belah pihak sepakat menyelesaikan masalah utang dengan membuat surat perjanjian di atas materai. "Surat perjanjian itu dibuat tanggal 1 Maret, sebelum Midi dilaporkan," kata Jhon sambil menunjukkan selembar kertas yang sudah dibubuhi tandatangan para pihak.(cnk/bersambung)