Minggu, 05 Maret 2017, 19:13
Kasus Dugaan Penyekapan

Malapetaka Utang di Kampung Aceh (bagian-2)

POSMETRO.CO: Keluarga Hendriawan justru mengadu ke polisi dan bukan membayar utangnya. Dengan tuduhan penyekapan dan pemerasan. Hingga akhirnya polisi pun datang ke Midi.

"Dia (Hendriawan) diikat agar tidak kabur," ucap Jhon Piter Marpaung,  Penasihat Hukum Midi.

Ditambahkan Jhon, kalau uang kliennya dikembalikan tidak akan begini kejadiannya. "Lagian kalau memang penyekapan, sudah dari awal saja disekap. Buktinya dia masih bisa pulang, masih ketemu sama istri anaknya," tambahnya.

 Jika tidak ada itikad baik, pihaknya berencana akan mengambil langkah hukum. Termasuk akan melapor balik Hendriawan soal kasus penipuan dan penggelapan. "Kita akan lapor balik ke Polda Kepri," tandasnya. 

Kanit Jatanras Polresta Barelang, Iptu Afuza Edmond mengatakan pihaknya masih mendalami kasusnya Midi. Afuza menerangkan kalau korban ditemukan berada di atas pohon dalam kondisi tangan terikat. "Korban diborgol di atas pohon, kira-kira setinggi 2 meter," terang Afuza. 

Katanya, jarak korban dari pondok sekitar 100 meter. "Korban juga mengalami luka lebam di mata dan bagian wajah," tambahnya. 

Afuza mengakui ihwal permasalahan gara-gara utang sebesar Rp 50 juta. Tapi telah dibayar separuhnya. Karena ulahnya, Midi cs dijerat pasal 333 KUHP dan pasal 368 KUHP, dengan ancaman kurungan di atas 10 tahun penjara. 

"Kasusnya masih kita dalami. Dua lagi masih diburu," kata Afuza. (cnk)