Selasa, 07 Maret 2017, 11:50

Sang Juara Akhir Pekan

POSMETRO.CO: Petarung pilihan dari tiga dojo di bawah naungan Indonesia Spider Jujitsu (ISJ) dan Spider Academy Indonesia unjuk teknik bertarung memperebutkan gelar juara dalam ajang Garuda Invitational Fighting Tournament, Minggu (5/3). Laga sembilan partai ini dibagi menjadi tiga kategori: Mixed Martial Arts (MMA) Rocky, Grappling No Gi dan Gi.

Tampil di laga pertama dalam kategori Grappling No Gi, Waris dan Wahyu terlihat menikmati pertandingan. Wahyu, Petarung dari ISJ Dojo Metro ingin menguasai pertandingan di atas. Dia mencoba membanting petarung Garuda Fight Club (GFC) itu. Tapi, beberapa kali mencoba, Wahyu gagal menjatuhkan Waris.

Mengetahui Wahyu berkuda-kuda kokoh, Waris mencoba strategi lain. Ia memilih menunggu Wahyu di bawah. Strategi ini terlihat ampuh. Wahyu kewalahan saat Waris memasang 'perangkap' X-guard. Namun, Wahyu sudah berpengalaman menghadapi saat posisi lawan menunggu di bawah. Ia juga memilih posisi serupa. Alhasi, dua petarung ini terjerumus dalam teknik adu cepat dalam kuncian kaki. Di ronde pertama dalam tiga ronde itu, Wahyu nyaris menyerah saat kakinya terkunci. Tapi dia tak panik. Petarung berpostur 58 kilogram ini bisa melepaskan diri. Hingga tiga ronde berlangsung, tak satu pun petarung yang tap out. Pememang akhirnya ditentukan dengan sistem jury decision. Waris dinyatakan menang angka. "Ini turnamen pertama yang sifatnya masih ajang internal spider jujitsu dan spider academy. Berikutnya kami akan menggelar terbuka untuk club beladiri yang ada di Batam," sebut Didi Pranoto, Ketua Pelaksana Turnamen.

Pelatih dan pemilik GFC ini berharap, kedepan beladiri MMA dan jujitsu bisa memasyarakat di Batam. "Mungkin kebanyakan orang masih menganggap olahraga ini sebagai olahraga yang brutal," kata dia. Namun, Didi menegaskan, jika sudah berlatih dengan baik, petarung yang masuk arena bisa menikmati jalannya pertandingan. Sebagai langkah awal dengan cara menggelar turnamen di camp latihan GFC, Didi optimis, kedepan ajang ini akan digelar berkelanjutan. "Kita mengusung tema, sang juara di akhir pekan," sebut Didi. Artinya, Didi menjelaskan, saat turnamen ini rutin digelar di akhir pekan, akan selalu lahir juara baru.

Petarungnya, sebut dia, tidak harus berwajah sangar. "Seperti tujuan kita semula, yang mencintai olahraga ini bisa dari berbagai kalangan. Semisal, orang kantoran," kata dia. "Keseharian atlet tersebut bisa saja berkacama yang berkutat dengan pekerjaan kantor, tapi di akhir pekan, dia bisa menjadi juara. Weekend warrior." Terbukti, di ajang perdana itu, banyak atlet yang mebawa serta pasangan dan teman. Semuanya terlihat bahagia. Saat laga grappling, suasana belum terlihat memanas.

Penonton yang menyaksikan langsung dari luar matras maupun di atas balkon arena terlihat terhipnotis memperhatikan berbagai teknik kuncian dan bantingan. Laga kian seru saat partai MMA Rocky digelar. Steven yang kalah jangakaun melawan Soni tak mau jadi bulan-bulanan. Petarung dari GFC itu bergerak lincah. Satu-dua, pukulan jab disarangkan ke wajah Soni. Fighter dari Dojo Alexandria itu bisa mengelak. Namun, gencarnya variasi serangan, membuat Soni kewalahan. Ia terjatuh. Steven tak membuang kesempatan. Petarung bertato ini lekas menguasai lawan. Soni akhirnya menyerah karena tak bisa melanjutkan laga. Hidung Soni mengeluarkan banyak darah.

Di partai selanjutnya, Akbar yang turun melawan Devis juga tak kalah seru. Hanya saja, Akbar terlihat lebih mendominasi laga. Beberapa kali mengumpan dengan jab, akhirnya pukulan strike Akbar berhasil menumbangkan Devis.(chi)