Senin, 13 Maret 2017, 22:37
Kasus Korupsi di Anambas

Mantan Sekda Divonis 5 Tahun Penjara

POSMETRO.CO: Sidang perkara mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Anambas, Radja Tjelak Nur Djalal telah berakhir di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang. Radja terbukti melakukan tindak pidana korupsi pengadaan Mess Pemda dan Asrama Mahasiswa Anambas di Tanjungpinang tahun 2010. Majelis hakim pun menjatuhi 5 tahun penjara.

Putusan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau selama 4,5 tahun penjara.

Selain itu, Radja Tjelak Nur Djalal yang merupakan Ketua Panitia Verifikasi pengadaan Mess Pemda dan Asrama Mahasiswa Anambas di Tanjungpinang tahun 2010 sebesar Rp5 miliar tersebut juga dikenakan denda sebesar Rp200 juta atau subsider 6 bulan kurungan.

"Terhadap perbuatannya, majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah menurut Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," ujar Hakim Ketua Iriaty Khairul Ummah didampingi dua hakim anggota pada persidangan di PN Tanjungpinang, Senin (13/3).

Dalam tuntutan JPU Kejati Kepri sebelumnya, terdakwa ‎terbukti bersalah melakukan korupsi secara bersama-sama dan menyalahgunakan kewenangan dan sarana yang ada padanya untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain, hingga menyebabkan kerugian negara. Sebagaimana dakwaan subsider melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999, sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

‎Terdakwa dituntut dengan hukuman hukuman 4 tahun dan 6 bulan penjara, serta denda sebesar Rp50 juta subsider 6 bulan kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Kepri.

Selain itu, Terdakwa ‎Radja Tjelak Nur Djalal juga dikenakan uang pengganti sebesar Rp1,4 milliar sebagai pengganti kerugian negara yang dan jika tidak mengembalikan kerugian negara maka harta benda terdakwa akan disita oleh negara dan jika tidak ada harta benda tersebut maka dapat digantikan dengan pidana kurungan selama 2 tahun dan 3 bulan kurungan penjara.(bet)