Rabu, 15 Maret 2017, 12:32

Sarana PDAM Lingga Masih Minim

POSMETRO.CO: Konsumen PDAM Dabo banyak mengeluh. Pasalnya air bersih yang diterima warga sangat keruh. Tidak jernih air PDAM itu disebabkan tingginya curah hujan pada akhir-akhir ini.

Keluhan masyarakat itu langsung mendapat respon dari Wakil Bupati Lingga Muhammad Nizar. Wakil Bupati langsung melihat bak penampungan yang berlokasi Air Gemuruh Gunung Muncung dan Direktur PDAM Lingga Sazali, DPRD Lingga Abdul Gani Atan Leman dan staf Dinas PU Lingga Hardimansyah.

Setelah melihat kondisi di lapangan Muhammad Nizar meminta supaya ada antisipasi agar pihak terkait secara bersama-sama berkoordinasi serta mencari solusi supaya air bersih Dabo layak di konsumsi.

"Ini hasil di lapangan setelah kita melihat secara langsung. Jadi masih minim sarana yang kita miliki dalam memenuhi standar air bersih bagi masyarakat kita," ungkapnya Senin (13/3), setelah melihat kondisi di bendungan air.

Dia sangat berharap kepada semua lapisan yang menangani air bersih supaya dapat mencari solusi dan harus berkoordinasi dengan pihak PDAM.

Kepada Dinas Pekerjaan Umum Lingga khususnya di bidang pengelolaan pengembangan dan irigasi dapat dengan segera menyurati dan menemui satker ke pusat guna  menanggulangi dan mencari solusi terbaik.

"Kita harap masalah ini segera di cari solusi, semua pihak yang terlibat supaya bersama-samalah dalam menyelesaikan permasalahan air bersih kita di Dabo Singkep ini," pintanya.

Sementara Direktur PDAM Lingga Sazali mengaku, terjadi keruhnya air PDAM adanya pengikisan oleh air hujan apabila hujan deras terus mengguyur, baik di hulu air maupun di sisi kiri dan kanan bak utama aliran air.

"Memang air keruh tidak dapat terelakkan jika hujan cukup deras, tapi kekeruhan air tidaklah berlangsung lama berkisar lima sampai enam jam saja, setelah itu air kembali jernih, tapi sekarang ini air keruh sampai berhari-hari," kata Sazali.

Tapi kalau untuk pembangunan yang ada, sambung Sazali, PDAM Dabo tidak pernah dilibatkan secara teknis, semua pembangunan dilaksanakan langsung dari pusat, sedangkan PDAM hanya menerima ketika pekerjaan selesai dilaksanakan.

"Kedepan maunya kita di daerah dapat dilibatkan, karena kita yang tahu persis kondisi air bersih di tempat kita, baik secara kebutuhan masyarakat ataupun cara menanggulangi," jelasnya.(mrs)