Selasa, 18 April 2017, 15:16

Di Batam Bakal Ada Perubahan Besar

POSMETRO.CO-BATAM: Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengungkapkan bakal adanya perubahan besar di Batam. Perubahan itu akan diambil terkait dengan semakin mundurnya perekonomian Batam akhir-akhir ini.

 "Kita tunggulah sama-sama, akan ada perubahan yang cukup besar di Batam. Perubahannya tentu akan baik bagi perekonomian dan tata kelola pelaksanaan pemerintahan daerah di Batam," tutur Nurdin saat berdiskusi dengan pimpinan media Batam Pos Group, Senin (17/4) sore di Graha Kepri, Batam.

Hadir berdiskusi dengan Gubernur antara lain Dirut Batam Pos Marganas Nainggolan, Direktur Batam Pos Candra Ibrahim, Usep RS, Direktur/General Manager Posmetro Arham, General Manager Batam Televisi Andra S Kelana, Pemred Batam Pos M Iqbal dan Syarullah, Pemred Posmetro. Sekdaprov TS Arif Fadillah dan Asisten Muhammad Hasbi serta Kabag Humas Zulkifli juga turut mendampingi Gubernur. 

Menurut Gubernur, Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla bahkan sudah tahu secara mendalam persoalan yang dihadapi Batam sehingga mengalami kemunduran akhir-akhir ini. "Bapak Presiden tentu sudah mendapatkan laporan detail mengenai persoalan-persoalan yang dihadapi Batam. Begitu juga dengan Bapak Jusuf Kalla, dari dulu beliau kan sudah tahu dengan Batam," ujar Gubernur. 

Dalam beberapa kali dirinya bertemu dengan Presiden, Nurdin mengaku terkejut karena apa yang akan disampaikannya, Presiden ternyata sudah mengetahuinya lebih jauh. 

Salah satu persoalan mendasar yang dihadapi itu adalah rumitnya birokrasi dan menurunnya daya saing Batam, sehingga investor hengkang ke negara tetangga seperti Malaysia, Vietnam, dan ke kawasan sejenis yang jelas-jelas berhadap-hadapan dan bersaing dengan Batam. "Bayangkan meminjam lapangan saja, itu rumitnya bukan main," keluh Gubernur yang sedang mengembangkan Klub Sepak Bola 757. 

Gubernur tidak merinci lebih jauh perubahan signifikan yang akan diambil demi kesinambungan perekonomian Batam itu. Namun secara garis besar akan terkait dengan penegasan dan memperkuat kembali peran pemerintah daerah di Batam. 

Ditanya, apakah perubahan itu akan sampai kepada pergantian person di Badan Pengusahaan Batam? Gubernur tidak spesifik menyebutnya, namun menurutnya terkait dengan struktur, hal itu memungkinkan saja. "Kita tunggulah ya," ucap Gubernur sembari tersenyum. 

 Dia juga mengungkapkan bahwa terkait dengan Pulau Rempang dan Galang, Presiden sudah setuju dengan usulannya untuk menjadikan kedua kawasan itu sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK). 

 "Prinsipnya Bapak Presiden sudah setuju dengan usulan kita. Tinggal lagi kita menyusulnya dengan proposal yang lebih rinci dan teknis mengenai KEK Rempang dan Galang," paparnya. 

Berbeda dengan Batam, KEK Pulau Rempang dan Galang ini nantinya akan diusulkan untuk dikelola langsung oleh pemerintah daerah, tidak lagi dikelola oleh Badan Pengusahaan Batam. 

                                                  Sadar Publikasi

 Di sela diskusi terkait kemunduran perekonomian yang dihadapi Batam, Gubernur juga menyadari bahwa apa yang akan dilakukan Pemprov Kepri ke depan akan dipublikasikan secara luas ke masyarakat. 

"Selama ini saya takut-takut untuk publikasi. Takut saya Pak, takut salah membentuk opini. Namun nampaknya hal itu salah, tidak sesuai lagi dengan perubahan zaman sekarang yang serba terbuka," ungkap Gubernur. 

 Untuk itu Gubernur meminta dukungan media cetak maupun online untuk sama-sama ikut menggairahkan pembangunan Kepri. 


Gubernur mengaku tidak akan anti kritik oleh media. "Silakan kritik. Kami tidak akan marah, asalkan kritiknya membangun dan objektif untuk kepentingan masyarakat," ujar Gubernur. (arh)