Rabu, 26 April 2017, 07:43
Empat Pelaku Buron

Cerita Di Balik Pembobolan Toko Mas di Karimun

POSMETRO.CO-KARIMUN: Kapolres Karimun, AKBP Armaini mengatakan sampai saat ini empat pelaku pembobolan toko mas Naura, yakni Ed, Ab, Si dan Di masih buron.

Dari empat pelaku dua di antaranya masih ada hubungan keluarga dengan IT. Diceritakan Armaini, perencanaan aksi pencurian toko mas yang merugikan sekitar Rp430 juta lebih tersebut dimulai sejak tanggal 4 April 2017 jauh sebelum aksi dilakukan.

Pada 4 April, pelaku IT bersama anaknya tiba di Karimun dari Batam, saat itu IT pun mencari rumah kontrakan di Jalan Pelipit. 
Setelah mendapatkan kontrakan selang beberapa hari IT dan anaknya kembali ke Batam.
Kemudian pada tanggal 10 April, IT kembali lagi ke Karimun, kali ini ia bersama ED yang merupakan saudaranya.

"Mereka membawa tabung Oksigen  berukuran sedang warna hitam dari Batam, selanjutnya langsung menuju rumah Kontrakan yang sudah di sewa IT," papar Armaini.

Kemudian pada Tanggal 11 April 3 pelaku lainnya yakni SI, DI dan AB tiba di Karimun dan langsung menuju kontrakan. 

"Sementara sejak tanggal 10 April, pelaku IT sudah melakukan penggambaran di pasar puan maimun tersebut, IT Membaca situasi dan mempelajari jam tutup dan lain sebagainya," tambah Armaini.

Kemudian tanggal 12 April, sekitar pukul 18.30 Wib, Kelima Pelaku pun menuju Pasar Puan Maimun, IT, Ab dan SI menunggu di luar, sementara Ed dan Di melakukan aksinya membongkar toko mas tersebut.

"Dua pelaku yang melakukan pengerjaan membongkar pintu toko hingga brangkas. Sementara 3 lainnya bertugas melakukan pengawasan di sekitar pasar," tambah Kasat Reskrim Akp Dwihatmoko Wiraseno yang mendampingi Kapolres Karimun dalam jumpa pers Selasa (25/4/2017) siang itu.

Aksi pelaku pun dilakukan berkisar 3 jam lebih, usai berhasil, kelima pelaku langsung kembali ke kontrakan dan pada 13 Aprilnya kabur ke Batam melalui pelabuhan resmi.

"Selanjutnya 4 pelaku kabur ke Luar kepri dengan membawa seluruh perhiasan emas, sementara  sebagian barang perak, di tinggalkan di rumah IT berikut sejumlah alat kejahatan lainnya, bahkan payung silver yang dibawa pelaku IT saat memantau toko mas Naura di Pasar Puan Maimun pun kita amankan," tegas Dwihatmoko lagi.

Data yang dihimpun, dari tangan pelaku IT, polisi mengamankan sejumlah barang perhiasan Perak diantaranya 58 buat liontin perak, 33 buah gelang perak, 72 anting perak, 36 buah kalung perak, 73 buah cincin perak, 1 buah pailing silver.(ria)