Jumat, 12 Mei 2017, 21:23
Dewan Natuna Panggil Perusda

Alamak! 11 Bulan Karyawan Perusda Tak Gajian

POSMETRO.CO-NATUNA: DPRD Natuna memanggil Perusda Natuna, Jumat (12/5/2017). Hearing itu terkait adanya temuan harga sewa lapak yang mahal serta bayar sewa lapak tanpa kwitansi, serta kondisi pasar yang semarawut dalam inspeksi mendadak (Sidak) pada Rabu (10/5/2017).

Dalam pertemuan tersebut tampak hadir, Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti, Ketua DPRD Natuna, Yusripandi, Wakil Ketua Komisi III yang membidangai Keuangan dan Aset, Harken serta Anggota Komisi III, Hendri FN dan Syaifullah.

Kemudian juga tampak hadir Asisten I Bidang Ekonomi Setda Natuna, Abdullah, Kadisperindag dan Koperasi, Helmi Wahyuda, Sekretaris Disperindag dan Koperasi, Mahtul, Kabag Ekonomi Setda Natuna, Khaidir dan Plt Perusda Natuna, Ilham Kauli.

Pada pertemuan ini, pihak Legislatif yang diwakili oleh Wakil Ketua Komisi III, Harken mempertanyakan perihal dasar apa Perusda Natuna menaikkan harga sewa lapak kios secara sepihak tanpa ada landasan hukum yang mengatur.

Dikatakan Plt Perusda, Ilham Kauli jika kenaikan kios tersebut telah melalui kesepakatan dengan para pedagang. Yang mana sebut dia, sesuai kesepakatan harga kios khusus ikan naik dari harga Rp180 ribu menjadi Rp250 ribu.

"Kalau ada sewa kios yang mencapai Rp300, itu merupakan tindakan salah satu oknum dari Perusda. Yang benar kenaikan kios khusus lapak ikan adalah Rp250 ribu, itupun telah melalui kesepakatan dengan para pedagang," kata Ilham Kauli.

Kebijakan menaikan harga kios ini sebut Ilham Kauli juga sebagai Kadisduk Pemkab Natuna adalah semata-mata untuk menyelamatkan keuangan Perusda. Karena sambung dia semenjak Direktur Utama Perusda, Kartubi mengundurkan diri beberapa waktu lalu, keuangan Perusda dalam kondisi memprihatinkan (Kolap).

"Saya masuk ke Perusda itu, keuangannya sangat memprihatinkan, boleh dikatakan tak ada sama sekali, sementara utang kepada pihak ketiga masih banyak, termasuk gaji karyawan yang 11 bulan yang belum digaji," sambung dia.

Dari hasil pajak dan sewa pasar Ranai tambah Ilham, uang yang terkumpul per bulannya berkisar Rp30 juta per bulanya. Sementara pengeluaran yang harus ditutupi hampir Rp70 juta per bulan, seperti bayar listrik, gaji karyawan dan hutang ke pihak ke tiga.

"Dengan dasar itulah maka harga kios dinaikkan, itu hanya untuk lapak ikan saja, sedangkan lapak di los daging dan sayur tidak," tambah dia.

Terkait hal ini, pihak Legislatif meminta agar Perusda mengkaji kenaikan lapak ini. "Seharusnya pihak Perusda sebelum mengambil keputusan perlu berkoordinasi dengan DPRD sebagai mitra pemerintahan. Kita minta kenaikan ini dikaji ulang," tegas Wakil Ketua III, Harken.

Dengan apa yang disampaikan Harken ini Perusda akan segera merevisi harga kiso tersebut. "Kita siap merivisinya, mudahan hari ini selesai," kata ilham.(maz)