Minggu, 04 Juni 2017, 19:10

Buku Audio, Penyandang Difabel

POSMETRO.CO-JAKARTA: Tidak meratanya akses atau ketersedian buku braille di Indonesia, membuat kaum difabel, khususnya tunanetra tidak dapat menerima informasi  ilmu pengetahuan serta hiburan. 

Terenyuh dengan kondisi tersebut, sekelompok mahasiswa Indonesia membuatkan aplikasi Ayobaca.in khusus untuk mereka.

 Aplikasi itu merupakan buah pikiran dari Deka Komanda Yogyantara, Razii Abraham, Claristy, Debora  Valentini Br Ginting dan Ferry Fernando yang juga merupakan alumni Program XL Future Leaders (XLFL) angkatan ke-3.

 Serta ada dua mahasiwa dari luar XLFL mereka adalah Velta Azizah Destiana, Risyad Ridho Hasbullah. 

"Pendidikan merupakan hal yang utama bagi kemajuan sebuah bangsa, dan seluruh masyarakat berhak untuk memperolehnya, termasuk saudara-saudara kita peyandang difabilitas," ujar Chief Corporate Affair Officer XL Axiata, Eka B. 

Danuwirana dalam rilis saat penandatanganan kerjasama XL Axiata dengan Ayobaca.in, di Jakarta, Senin (29/5/2017). 

Eka menilai kehadiran teknologi digital di tengah masyarakat bisa juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan penyandang difabel. 

Dia yakin aplikasi tersebut sangat membantu mereka penyandang tuna netra untuk mendapatkan akses ke buku-buku sebagai sumber ilmu pengetahuan.

"Aplikasi ini adalah yang pertama di Indonesia yang mengonversi buku konvensional menjadi format buku audio," jelasnya. 

Eka menambahkan berbagai jenis bacaan dihadirkan dalam aplikasi tersebut, seperti buku pelajaran sekolah atau buku teks, buku ilmiah, modul, hingga komik dan novel.

 Berdasarkan data Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) tahun 2016, terdapat 3,7 juta penyandang tunanetra di Indonesia. Bagi mereka, ketersediaan buku braille di Indonesia masih tergolong sedikit dan dengan harga yang tidak murah. 

Kata Eka, aplikasi Ayobaca.in dapat diunduh melalui playstore bagi pengguna smartphone Android 4.0 ke atas atau dapat diakses melalui situs web www.ayobaca.in, dan akan tersedia di iOS pada bulan depan. 

Sambung dia, masyarakat dapat menjadi volunteer untuk membacakan berbagai pilihan buku yang tersedia di Ayobaca.in dengan cara merekam suara secara real time, di mana pun dan kapan pun,
serta dapat melalui media apa pun.

 "Hasil rekaman suara selanjutnya diunggah ke Ayobaca.in. Pembaca buku dapat membaca per bab yang disukainya, lalu dilanjutkan oleh yang lainnya," terangnya.

Lanjut Eka, kemudian Ayobaca.in akan menkonversi hasil rekaman menjadi buku audio dalam bentuk CD.

 Dengan menargetkan 1 hari 1 buku (1 buku setara 10-12 jam versi audio) yang dapat dikonversikan. Selanjutnya buku audio akan didistribusikan oleh Yayasan Mitra Netra beserta PERTUNI ke berbagai yayasan dan perpustakaan khusus tunanetra. (cnk)