Kamis, 08 Juni 2017, 21:33

Eksepsi Bos Developer Ditolak

POSMETRO.CO- BATAM: Tejo dan Hadi Suyitno, Direktur dan Manajer Pemasaran Yayasan Darussalam Batam divonis penjara masing-masing 2 tahun dan 1,6 tahun oleh Pengadilan Negeri Batam. Keduanya terbukti menipu dan menggelapkan uang konsumen penjualan 559 unit rumah di Tanjungpiayu. 

Kini giliran Sam Hwat alias Ameng yang diadili. Dalam dakwaan, Ameng menipu dan menggelapkan uang PT Sere Trinitatis Pratama (STP) sebesar Rp274 juta. 

Tak terima, bos developer inipun mengajukan eksepsi atau nota keberatan kepada majelis hakim  Bambang Pramudwiyatno, didampingi dua hakim anggota, Endi Nurindra Putra dan Reni Ambarita yang menyidangkan perkara itu, Selasa (6/6/2017). 

Agenda putusan sela atas eksepsi dari penasehat hukum terdakwa, yang menyatakan bahwa dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak teliti dan prematur.

 Namun majelis hakim berpendapat lain dan memutuskan bahwa eksepsi tersebut ditolak, tidak dapat diterima. "Perkaranya dilanjutkan," ujar Bambang, Ketua Majelis saat membacakan putusan sela.

 Sidangpun dilanjutkan untuk mendengarkan keterangan saksi. Adalah Sri Mulyani, Sutikno dan Chandra yang dihadirkan  Rumondang Manurung, jaksa penuntut. 

Hanya saja sidang tidak dapat dilanjutkan atas permintaan penasehat hukum (PH) pengganti dari terdakwa Ameng yang belum paham soal perkaranya. 

Yang melaporkan perkara ini adalah Sri, selaku Pemegang Saham dan Pemilik  PT STP.

 Dan ratusan konsumen yang telah membeli unit rumah diminta agar tidak lagi melakukan proses pembayaran kepada pihak pengembang perumahan PT Mardhatillah dan Yayasan Darussalam. 

Melalui Palti Siringo Ringo, kuasa hukum PT STP, mengatakan saat ini pihaknya akan mempertimbangkan pembangunan, akan dilanjut atau tidak. 

Hal itu telah diperhitungkannya karena uang hasil penjualan rumah sebesar Rp16 miliar tidak pernah diterima oleh PT STP. 

Palti menerangkan dalam awal perjanjian kerjasama ini, PT STP menunjuk PT Mardhatillah sebagai marketing perumahan Darussalam Residence pada tahun 2014 silam.

 "Tapi diam-diam Ameng menggandeng subkon Yayasan Darussalam. Kerja sama itu tanpa sepengatahuan Sutikno (Komisaris PT STP) dan RUPS," ungkapnya.

 Sejak gencar memasarkan rumah tanpa bunga dan KPR tersebut, sudah 559 unit yang terjual. "Yang siap baru 79 unit, sisanya tanah kosong," katanya. 

Uang muka bervariasi, ada yang bayar dari Rp 20 juta sampai Rp120 juta. Nah karena tak dapat setoran, PT STP pun menghentikan pembangunan. Akibatnya, ratusan konsumen menuntut ke PT STP.

 "Konsumen pernah demo kita, padahal klien kami tidak terima setoran penjualan rumah selama ini. Karena itulah kami perkarakan," terangnya. 

Masih kata Palti, hingga saat ini Ketua Yayasan Darussalam Residence, Abdul Haq yang diduga terima Rp13.364.697.432 itu masih DPO dan belum ditangkap. (cnk)