Senin, 12 Juni 2017, 06:11

Waktu Emas Penyelamatan Penderita Stroke

POSMETRO.CO-SURABAYA: Sepertinya sebagian masyarakat Kepri belum memaham gejala serangan stroke. Padahal penyakit ini saat yang paling banyak dialami masyarakat kita.

Dokter Spesialis Saraf Rumah Sakit (RS) Adi Husada Undaan Wetan Surabaya, dr. Candy Laurenz, Sp.S, MM Kes mengatakan, gejala awal stroke lebih sering dialami seseorang berusia lanjut.

Terutama dengan kelainan kondisi tubuh tertentu. Namun, bisa juga ini terjadi pada manusia usia produktif dengan adanya gangguan kerusakan saraf di otak.

Dijelaskan Candy, gejala yang sering terjadi ialah rasa kebal atau mati mandadak atau kehilangan rasa dan lemas pada tangan, kaki, muka.

Terutama pada satu bagian tubuh saja. “Selain itu, bisa ditandai dengan perasaan bingung yang mendadak. Sehingga sulit berbicara atau mengerti akan suatu hal,” ungkap Candy.

Pada personal lainnya, gejala terjadi bila tiba-tiba salah satu atau kedua mata mendadak terasa kabur. Atau kehilangan keseimbangan maupun sulit berjalan dan terhuyung.

“Merasa pusing secara mendadak dan sakit kepala tanpa adanya sebab yang jelas. Ciri yang mengikuti gejala di atas tadi meliputi rasa mual dan muntah-muntah diikuti dengan panas. Pingsan mendadak dan kehilangan kesadaran,” urainya lebih jelas.

Nah, bila menyadari atau mengalami hal tersebut, Candy menyarankan untuk segera beristirahat dan mendapat perawatan lebih lanjut.

Namun, bila terlanjur terjadi stroke, pada orang bersangkutan hanya memiliki tiga jam waktu emas alias golden time untuk penyelamatannya.

“Bila melewati waktu tersebut, penanganan bisa lebih sulit. Dan risiko bagi pasien bisa semakin berat,” ujar Candy. Dia mengungkapkan, bahwa waktu paling baik dalam penyelamatan penderita serangan stroke ialah 3 jam.

Waktu ini menjadi golden time dan merupakan kesempatan berharga bagi pasien untuk menghindari risiko lebih berat atau bahkan kematian.

“Golden time ini untuk pertolongan pertama bagi pengidap stroke,” ujarnya.

Candy mengimbau, pasien lebih baik segera dilarikan menuju IGD (Instalasi Gawat Darurat) RS yang difasilitasi dengan pertolongan pertama stroke.

Tujuannya, pasien secepat mungkin segera mendapat pertolongan fasilitas yang bisa memadai untuk penanganan stroke. Kemudian untuk memastikan gejala benar- benar pertanda stroke.(jpnn)