Rabu, 14 Juni 2017, 10:35
Butuh 448 juta USD untuk bangun Aeromaritropolis Hang Nadim

Hang Nadim Mulai Crowded

POSMETRO-BATAM: Badan Pengusahaan (BP) Batam, membutuhkan dana sebesar 448 juta USD untuk pembangunan Kawasan Aeromaritropolis Bandara Hang Nadim. Meningkatnya penumpang setiap tahun, mengharuskan BP membenahi bandara, agar ke depan tidak mengalami masalah.

Dijelaskan Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam, Eko Budi Santoso, desain Bandara Hang Nadim saat ini, hanya memuat sekitar 5 juta jiwa penumpang. Sedangkan, tahun lalu (2016) jumlah penumpang melonjak mencapai 6,1 juta jiwa.

"Kita perkirakan, kalau seperti ini, maka tingkat pertumbuhan rata-rata 13 persen. Jadi tahun ini bisa 6,7 juta. Sudah mulai crowded," kata Eko, Selasa (13/6/2017).

Anggaran 448 juta dolar tersebut, akan digunakan untuk membangun Terminal 2, perbaikan dan perluasan Terminal 1, pembangunan Terminal Cargo, dan fasilitas lainnya yang mendukung Batam menuju High Technology (Hightech).

"Kita juga tingkatkan sektor pendapatan di MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition)," katanya.

Eko menjelaskan, untuk dana sebesar itu, pemerintah tak sanggup menalangi. Oleh karena itu, BP menjalankan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), untuk mencari dana tersebut. 

"Kita melakukan tender, mencari investor dan operator. Ada enam yang berminat mengelola Hang Nadim," kata Eko.

Ke-enam Badan Usaha yang sudah menyatakan tertarik, di antaranya; Incheon Airport Korea, GMR Airport, GVK, Vinci, Mitsui Jepang, dan PT Angkasa Pura 2.

"Terikat Kerjasama Operasional (KSO), kita gak bisa ikat kontrak tenan jangka panjang. Karena ada pemenang, yang akan ambil alih semua," katanya.

Kawasan Aeromaritropolis Hang Nadim, akan dibangun di lahan Hang Nadim Airport seluas 1762 hektar. Di kawasan tersebut, bandara akan terhubung dengan pusat MICE, Pariwisata, Industri, Logistik, Perkantoran, Hotel, Retailer, dan Kawasan Industri Kreatif dan terhubung dengan moda LRT.

"Beberapa nilai lebih Hang Nadim dibanding tempat lain, yakni status lahan dimiliki BP Batam. Pasar pesawat tumbuh 11% dan penumpang tumbuh 13% per tahun. Batam juga FTZ, jadi gak ribet," paparnya. (iik)