Kamis, 15 Juni 2017, 04:41

Bupati Natuna, BI, dan Bank Riau Kepri Teken MoU

POSMETRO.CO-NATUNA: Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna jalin kerjasama (MoU) dengan  Bank Indonesia (BI) perwakilan Propinsi Kepulauan Riau dan PT Bank Riau Kepri tentang kas titipan Bank Indonesia di Kabupaten Natuna, di gedung Sri Srindit Ranai, Senin (12/6/2017).

Dalam penanda tanganan MoU tersebut, dilakukan langsung oleh Bupati Natuna, Hamid Rizal serta di dampingi oleh Wakil Bupati, Ngesti Yuni Suprapti, Sekda Natuna Wan Siswandi. Tampak hadir para Asisten, pimpinan OPD Pemkab Natuna dan tokoh-tokoh masyarakat.

Sedangkan dari pihak perbankkan dihadiri oleh Direktur Bank Indonesia (BI) Luktor Etermego, Direktur Bank Riau Kepri Eka Afriadin, serta pimpinan bank di Natuna.

Bupati Hamid Rizal mengatakan berdasarkan nawacita Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, pemerintah pusat memprioritas percepatan pembangunan wilayah perbatasan.

Dengan demikian sebut Bupati, masyarakat Kabupaten Natuna patut bersyukur karena mendapatakan perhatian lebih dari daerah lain.

"Sebagai daerah perbatasan sekarang ini  mendapat perhatian penuh pemerintah pusat di berbagai sektor pembangunan. Maka dari itu mari kita dukungan dan syukuri," sebut bupati.

Dikatakan Hamid Rizal, saat ini segenap program kementerian diarahkan untuk mendukung upaya percepatan pembangunan daerah melalui lima pilar yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi, yaitu bidang kelautan dan perikanan, migas, pariwisata, pertahanan dan keamanan.

"Dengan adanya program percepatan pembangunan wilayah kabupaten Natuna tentunya perputaran uang bagi pelaksana kegiatan akan begitu tinggi, sedangkan kemampuan pengelolaan perbankan tingkat Kabupaten Natuna tidak mencukupi," kata Hamid.

Dan pada dasarnya tambah Bupati, Pemda Natuna sangat menyambut baik, dengan ditetapkanya Bank Riau Kepri sebagai badan pengelola. 

"Mengingat kerja sama yang sudah lama terjalin antara pemerintah Kabupaten Natuna dengan PT Bank Riau Kepri sudah berjalan cukup lama, tentunya akan lebih mudah proses penyelengaraan progaram percepatan pembangunan yang sedang berjalan," tambah Hamid.

Ia berharap dengan adanya penitipan kas ini, mampu mempelancar perekonomian warga dan mensukseskan program percepatan pembangunan di wilayah Natuna.

"Semoga dengan hadirnya Kas Titipan BI di Natuna ini bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi warga dan tak kalah penting mempercepat pembangunan Natuna," harap Hamid Rizal.

Sementara itiu, Direktur Bank Indonesia (BI) Luctor Etermego mengatakan sesuai dengan Undang-Undang nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang, perbankkan menjalankan tiga pilar yaitu, mendistribusikan uang bagus, mengoptimalkan distribusi, baik itu di masyarakat maupun di perbankan dan penitipan uang kas.

“Kita utamakan mendistribusi uang layak edar, sebab di wilayah-wilayah perbatasan banyak dijumpai uang tidak layak edar atau kusut. Jika uang kusut banyak beredar, masyarakat akan sulit membedakan antara uang palsu dengan uang asli, kita utamakan kualitas dan keaslian uang terjaga”, ucapnya.

Etermego berharap dengan penitipan uang kas Bank Indonesia (BI) bisa mendapatkan uang layak pakai dan Bank Riau Kepri bisa mengelola dengan sebaik-baiknya. (maz)