Kamis, 15 Juni 2017, 13:16

Diduga Menjambret, Dua Remaja Jadi Viral di Medsos

POSMETRO.CO-KARIMUN: Jajaran Polsek Balai mengamankan dua pelaku jambret dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Keduanya diamankan, Rabu (14/6)dinihari sekitar pukul 00.30 WIB setelah menjadi viral di medsos.

Aksi penjambretan dan pencurian kendaraan bermotor ini menjadi viral di Medsos, sebanyak 998 pemilik akun medsos melakukan shared postingan yang dilakukan salah salah satu pemilik akun di Medsos. Ironis lagi, kedua pelaku merupakan anak di bawah umur.

"Tersangka sudah kita amankan, untuk korban memang belum membuat laporan polisi, namun di Medsos kasus ini sudah cukup viral, untuk itu kita segera bergerak dan akhirnya berhasil mengamankan keduanya," kata Kapolsek Balai AKP Lulik Febriyantara SIK kepada posmetro.co, Kamis (15/6/2017).

Menurut Lulik, pelaku inisial DP, Kelahiran Batam tahun 2000. Tapi kini berdomisili  di Kecamatan Tebing. "DP kita amankan di rumahnya dalam kasus penjambretan dan diduga terlibat dalam kasus pecurian kendaraan bermotor (Curanmor), satu tersangka lagi berinisial MK. MK diamankan dalam kasus penjambretan," jelasnya.

Terhadap dua orang pelaku, lanjut Lulik  masih diperiksa terkait kasus penjambretan di lorong belakang toko Expander  Jalan Nusantara, Kelurahan Tanjung Balai kota Kecamatan Karimun.

Aksi penjambretan terjadi pada Jumat (9/6/2017) sekitar pukul 21.15 Wib. Korbannya Ida (62). Dari peristiwa itu Ida kehilangan dompet berisi surat-surat seperti KTP, Sim dan lain-lainya. Serta Uang tunai Rp2 juta lebih dan 1 buah HP merk Samsung Galaxi A.7

"Untuk korban hingga saat ini belum membuat laporan polisi, namun berita dan foto-foto tersangka sudah viral di media sosial. Untuk menghindari aksi presekusi dari kelompok masyarakat yang tidak suka dengan perbuatan pelaku makanya kita melakukan penyelidikan," paparnya.

"Hasilnya kami mengamankan kedua orang pelaku tersebut," tambah Kapolsek.

Polisi juga sudah mengantongi pemilik akun medsos yang pertama kali mengunggah foto dan berita tentang pelaku dan sangat viral.
"Sementara untuk pihak penyebar berita di medsos sudah kami kantongi akun/identitasnya dan akan segera kita buru guna dilakukan tindakan lebih lanjut," tegas Lulik lagi.

Lulik pun menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar jangan terpancing emosi. Dan untuk tidak melakukan Share berita/foto "pelaku" tindakan kejahatan yang akan menghambat proses penyelidikan atas kasus tersebut. 

"Bantu kami, laporan ke kami, biarkan kami bekerja dengan maksimal. Dan percayakan kepada, tentunya kami juga ingin Karimun aman dan kondusif, mari kita jaga bersama-sama," himbau Lulik lagi.(ria)