Sabtu, 17 Juni 2017, 05:05

Puncak Arus Mudik H-4

POSMETRO.CO-NATUNA: Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H--4 menjelang hari raya Idul Fitri 1438 H.

Untuk memberikan rasa aman bagi warga saat mudik nanti, Dishub telah mempersiapkan segala kemungkinan, baik secara personil maupun secata umum berupa peningkatan sarana dan prasarana seperti  penambahan armada angkutan jalur laut maupun udara.

"Diprediksi puncak arus mudik sekitar 4 hari menjelang lebaran 1438 H nanti. Segala kemungkinan sudah kita persiapkan, baik kapal laut maupun pesawat udara," ungkap Kepala Dinas Perhubungan Natuna, Iskandar DJ, Rabu (14/6/2017).

Iskandar menerangkan untuk angkutan laut ada beberapa alternatif, di antaranya menyediakkan tiga armada kapal perintis, seperti Sabuk Nusantara 30, 39 dan 59.

"Seandainya masih terjadi lonjakan penumpang, maka KRI siap terjunkan untuk mengangkut para pemudik. Hal ini sudah kita sampaikan ke pihak Lanal, Alhamdulillah disetujui dan pihak Lanal siap membantu," kata Iskandar.

Untuk transportasi udara tambah dia juga telah disepakati penambahan jadwal penerbangan dengan pihak Sriwijaya Air dan Wings Air.

"Biasa penerbangan hanya 3 kali seminggu kini menjadi 6 kali seminggu dengan jadwal Sriwijaya hari Senin, Rabu, Jumat dan Sabtu dan Wings ditambah penerbangan nya pada hari Kamis dan Selasa. Artinya setiap hari sekarang ada penerbangan," tambah dia.

Jika nanti sebut dia ada lonjakan penumpang pada transportasi udara, maka Paum siap digunakan.

"Kita ingin memberikan rasa aman bagi warga yang akan mudik. Jadi warga tak usah khawatir jika tak bisa mudik nanti. Semua tranportasi baik laut maupun udara sudah siap,"  sebut dia.

Selama mudik terang Iskandar dipastikan tidak terjadi kenaikan harga tiket.

"Dalam kesempatan ini juga disampaikan jika tak ada kenaikan harga tiket seperti kapal laut. Hanya saja harga tiket pesawat memang saat ini dirasa masih mahal. Hal ini karena kebutuhan transportasi udara meningkat. Ya kita persilakan ke warga yang mau mudik memilih apakah dengan kapal atau pesawat," terang dia.

Untuk warga di kecamatan dan pulau-pulau yang menggunakan kapal kecil seperti pompong himbau dia untuk menjaga keselamatan.

"Sebelum berlayar, periksa kondisi kapal atau pompong, jangan melebihi kapasitas, pakai pelampung dan utamakan keselamatan terutama bagi warga  yang berada di pulau-pulau kecamatan,' himbau dia.(maz)