Sabtu, 17 Juni 2017, 15:10

Santuan Jasa Raharja Naik 100 Persen

POSMETRO.CO-BATAM: Kanit Lakalantas Polresta Barelang, Iptu Efendi Marpaung mengimbau agar warga tak usah takut untuk melapor masalah kecelakan. Karena bulan  Juni 2017 lalu, biaya santunan Jasa Raharja naik 100 persen.

"Biaya santunan itu bisa keluar jika korbanya membuat laporan. Kalau tak ada laporannya, maka santunan Jasa Raharja tak bisa diproses," ungkap Efendi kepada posmetro.co, Sabtu (17/6/2017).

Efendi Marpaung menyebut, biaya santunan untuk pengobatan lakalantas sudah mencapai Rp20 juta, sebelumnya santunan pengobatan untuk korban laka hanya Rp10 juta.

"Santunan pengobatan beda juga dengan santunan lakalantas yang menyebabkan kematian,"  katanya.

Untuk biaya santunan kematian akibat lakalantas sudah mencapai Rp50 juta. Sebelumnya, santunan itu hanya bisa di keluarkan sebesar Rp25 juta. Artinya, santunan tersebut naik 100 persen.

"Sedangkan untuk biaya pengobatan korban laka lantas yang melebihi jumlah Rp20 juta, maka biaya lainya akan ditanggung BPJS,"  terangnya lagi.

Meski demikian, masih banyak korban lakalantas yang takut melapor ke pihak berwajib. Pasalnya, korban tersebut takut jika motornya ditahan demi kepentingan penyidikan.

"Terkadang warga terlambat melapor. Kejadian lakalantas sudah seminggu lalu, tapi kejadian itu baru dilaporkan. Ini pun menjadi kendala bagi kami untuk mengurus Jasa Raharja," paparnya.

Kepada warga, Efendi Marpaung menerangkan bahwa motor tersebut ditahan hanya untuk keperluan penyidikan. Setelah kasus itu selesai, maka kendaraan korban akan di kembalikan kepada pemiliknya.

"Jika tak ada barang bukti, bagaimana kita bisa mengurus Jasa Raharja," tanya dia.

Sebagai prosedur pengurusan, Efendi Marpaung mengatakan pengurusan Jasa Raharja tidak sulit. Jika terjadi laka lantas, maka korban atau keluarganya harus cepat melapor.

"Jadi kalau korban atau keluarganya kooperatif membantu memberikan keterangan kepada petugas, maka Jasa Raharja itu bisa cepat di gunakan," ulasnya.

Menurut Efendi Marpaung, selama ini lakalantas Polresta Barelang terkendala masalah minimnya saksi dan bukti-bukti ketika ada kejadian lakalantas. Apalagi pengurusan Jasa Raharja sangat di butuhkan saksi, bukti-bukti, dan keterangan yang kooperatif.

"Rekaman CCtv juga sangat membantu kami. Bahkan jika ada tabrak lari, dari rekaman CCtv itulah kami bisa melakukan penyelidikan,"  tuturnya.

Dengan kenaikan santunan Jasa Raharja ini, Efendi Marpaung mengatakan beban masyarakat yang mengalami musibah bisa terbantu. 

Untuk selanjut, Efendi Marpaung berharap agar masyarakat dan kepolisian selalu bekerja sama.

"Jika ada lakalantas, langsung laporkan kepada kami, sehingga dapat kita proses dengan cepat,"  tutupnya.(jho)