Sabtu, 17 Juni 2017, 15:35

Polisi Temukan Pembalut Wanita Kadaluarsa Dijual di Toko

POSMETRO.CO-BATAM: Fadal, 32 tahun tak bisa berkata-kata. Kaos oblong biru yang dikenakan lelaki bertubuh subur itu basah dengan keringat dinginnya.

 Penanggungjawab di Toko Arafah, Kavling Punggur itu hanya manut saat Unit Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Nongsa menemukan empat jenis produk yang dijual nya sudah expaired atau kadaluarsa. Saat pengecekan, barang dagangan itu ditemukan petugas di dalam rak. 

"Kalau masih di sini (rak) artinya barang-barang ini akan dijual. Kalau tidak seharusnya sudah dipisah," ujar seorang petugas saat razia makanan kadaluarsa, di Kecamatan Nongsa, Jumat (16/6/2017). 

Satu persatu barang dagangan yang sudah habis masa berlaku itu dikumpulkan kemudian didata petugas. Berikutnya 12 bungkus permen merek serbuk berkarbonasi merek Frenta yang habis sejak 17 Juni 2017. 

Kemudian 34 bungkus bumbu masakan merek Indofood yang habis sejak 3 Juni 2017. Selanjutnya 1 bungkus biskuit merek Go Milk rasa coklat yang habis sejak 30 Juni 2017. 

Parahnya lagi, sebanyak 20 bungkus pembalut wanita merek Charm juga expaired hampir setahun yaitu 27 Januari 2016. Tidak hanya itu petugas juga menemukan beberapa merek obat kuat pria yang dijual bebas tanpa ada label dari BPOM. Produk untuk meningkatkan vitalitas pria itu berasal Malaysia itu dijual murah sekitar 1,5 ringgit atau Rp 4 ribu per kemasan. 

"Dalam aturannya, tiga bulan sebelum masa berlaku habis, barang itu harus ditarik," ujar Kapolsek Nongsa Kompol Muhammad Chaidir yang memimpin razia sore itu. 

Lanjut Chaidir, untuk kepentingan penyelidikan, pihaknya akan memeriksa pemilik Toko Arafah. 
Pihaknya berharap, Abas si pemilik dagangan bisa kooperatif. Jika terbukti bersalah, si pemilik barang dijerat UU Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999. "Ancaman 5 tahun denda Rp 2 miliar," tegas Chaidir. 

Kapolsek menghimbau kepada masyarakat agar lebih teliti dalam berbelanja. Dilihat dulu kondisi serta keamanan barang yang akan dikonsumsi. 

Dua hari sebelumnya petugas dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Batam dan Polda Kepri juga merazia makanan expaired di wilayah Nongsa dan sekitarnya. Karena lokasinya jauh dari kota, Toko Arafah luput dari pantauan petugas. Cukup banyak masyarakat yang berbelanja di kedai paling hook itu. (cnk)