Minggu, 18 Juni 2017, 19:22

Pelabuhan Dompak Rusak Parah

POSMETRO.CO-PINANG: Kondisi Pelabuhan Dompak yang bangun Kementerian Perhubungan melalui Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang saat ini kian memperhatian. Ditambah, ponton yang berada di pelabuhan sebelah kiri hanyut hingga di perairan Pulau Terkulai setelah disapu arus laut pada Sabtu (17/6/2017) siang.


Informasi yang dihimpun posmetro.co, ponton yang sempat hanyut itu kini sudah dibawa ke Pulau Bayan oleh petugas KSOP Tanjungpinang. Jembatan besi yang panjangnya tak lebih dari 10 meter penghubung antara ponton dengan pelabuhan pun ambruk dan jatuh ke laut.

Pelabuhan yang dibangun pada tahun 2010 itu memakan dana sekitar Rp120 miliar melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Sejak 2010, Kemehub Republik Indonesia rutin mengalokasikan hingga tahun 2015 lalu. Namun, pelabuhan yang direncanakan untuk pintu masuk dan keluar wisatawan mancanegara itu masih terbengkalai lantaran tidak lagi didukung oleh Kementerian Keuangan untuk tahan finishing.

Saat ini, kondisi bangunan pelabuhan itu juga rusak parah. Hampir semua kaca-kaca di bagian depan yang menghadap ke halaman perparkiran pecah akibat tangan-tangan oknum orang-orang jahil. Bahkan, kondisi plafonnya pun sebagian sudah runtuh. Atap-atap kian berterbangan. Ditambah, rumput yang berada di parkiran tingginya sudah mencapai pinggang orang dewasa.

Sejak pelabuhan itu selesai dibangun, masyarakat Kota Tanjungpinang pun kerap menjadikan pelabuhan Dompak itu sebagai spot atau lokasi pemancingan. Pasalnya, akses jalan menuju pelabuhan hingga ke ponton tersebut tidak ada penghalangnya. 

Saat ini, akses jalan pintu masuk diletakkan balok beton setinggi pinggang orang dewasa di depan gerbang pelabuhan tersebut. Namun, meski sudah di batasi beton, masyarakat setempat masih menggunakan pelabuhan itu untuk pemancingan, namun tak jarang juga sebagai tempat mesum oleh sebagian orang yang memanfaatkan kondisi gelap tersebut.

Menurut Yusuf, warga Tanjungpinang yang datang ke pelabuhan untuk memancing ikan menuturkan, bahwa ia memang beberapa kali datang dan menginjakkan kaki di pelabuhan tersebut, namun tidak pernah melakukan pengusakan terhadap aset negara itu. Namun, kondisi pelabuhan itu memang sudah dalam keadaan parah.

"Kalau ponton saya kurang tahu jam berapa hanyutnya, yang jelas memang pontonnya sudah kelihatan karatan, mungkin kena ombak sedikit sudah hanyut," katanya.

Selain kondisi ponton yang memperhatinkan, kata Yusuf, pelabuhan Dompak tersebut juga tidak dijaga oleh pihak terkait, sehingga semua aset yang dibangun dengan menggunakan uang rakyat itu rusak. Tak hanya itu, pelabuhan itu juga tidak difasilitasi penerang lampu, baik di dalam gedung maupun sepanjang pelabuhan tersebut.

"Di sini kalau malam-malam memang gelap, tapi pontonnya hanyut mungkin pagi," tuturnya.

Terkait hal itu, Kepala KSOP Tanjungpinang, Rajuman Sibarani dan pejabat KSOP lainnya belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi pelabuhan Dompak tersebut.(bet)