Minggu, 18 Juni 2017, 19:34

Polisi Datang, Belasan Remaja Kocar-kacir

POSMETRO.CO-BATAM: Belasan remaja yang sedang nongkrong di warnet samping Kantor Camat Batuaji, kocar-kacir melihat kedatangan dua unit mobil patroli Polsek Batuaji. Remaja pria dan wanita seusia sekolah itu takut terjaring razia dan dibawa ke kantor polisi, Minggu (18/6/2017) sekitar pukul 1.00 WIB.

Mereka langsung melompat dan menggembreng sepeda motor lalu, pergi meninggalkan lokasi tongkrongan dan menyelamatkan diri. Tak peduli kawan tertinggal, mereka lebih memilih mengamankan diri masing-masing.

Rs (16) juga gemetaran. Remaja perempuan itu bingung hendak naik ke sepeda motor yang mana. Pasalnya, kawan-kawannya langsung tancap gas dan meninggalkan ia seorang diri.

Ia pun ikut berlari bersama beberapa kawan laki-lakinya yang lain. Saking takutnya, sandal sebelah kanan remaja berswiter merah itu lepas dan hilang tertendang entah kemana oleh kawan-kawannya.

Usaha siswa salah satu SMK swasta di Batuaji itu sia-sia. Langkahnya yang kecil kalah cepat dengan polisi. "Saya langsung dipegangi (polisi). Karena kawan-kawan saya sudah pergi semua, saya disuruh naik ke mobil patroli," kenang remaja berambut sepuggung itu sambil menangis, saat ditemui di Polsek Batuaji.

Lain lagi dengan St (16). Ia yang saat itu sedang asik bermain internet di warnet tersebut, tidak berkutik saat polisi datang untuk merazia. "Saya tidak ada lari. Sudah nggak bisa kemana-mana lagi," ujarnya.

Remaja yang baru naik ke bangku kelas dua salah satu SMK di Batuaji itu mengaku, malam minggu itu ia sedang jalan-jalan bersama beberapa orang kawannya. "Kami ada lima motor, sama kawan-kawan cowok juga. Rencananya mau ke Taman Raya (Batam Kota) pergi main," ceritanya.

Kapolsek Batuaji, Kompol Sujoko melalui kanit Reskrimnya, Iptu Rasmen Simamora membenarkan jika menjaring dua remaja perempuan saat operasi Cipkon. Jajaran Kepolisian Polsek Batuaji juga telah memberikan pembinaan terhadap dua remaja tersebut. "Kita minta orang tuanya datang menjemput dan buat surat keterangan," kata 

Rasmen menyebut, operasi cipkon rutin digelar untuk mengurangi tidak kriminal pada malam hari. Ia juga menghimbau agar masyarakat terutama orang tua lebih memperhatikan anak-anak mereka agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. "Target kita C3. Yaitu Curanmor, Curat dan, Curas," jelasnya. (ddt)