Selasa, 20 Juni 2017, 05:41

Masa Ngantar Saja Bayar Parkir?

POSMETRO.CO-BATAM: Pembahasan Ranperda Penyelenggaraan Parkir Kota Batam oleh tim pansus perubahan atas perda nomor 1 tahun 2012, tentang penyelenggaraan dan retribusi parkir, saat ini sudah mendekati final. Namun, terdapat beberapa poin yang ditolak pansus, karena tak masuk di akal. Salah satunya, yakni; penghapusan pasal mengenai drop off.

Dijelaskan Udin P. Sihaloho, Sekretaris Pansus Penyelenggaraan Parkir di Kota Batam, pasal itu mengatur tentang pengguna jasa parkir yang hanya mengantar penumpang, lalu keluar dari lokasi tanpa memarkirkan kendaraan. Udin meminta, agar hal seperti ini tidak dikenakan pembayaran pajak, alias gratis.

"Kami dari fraksi PDI Perjuangan, ingin pasal itu dipertahankan. Kami menolak jika pasal itu dihapus dari Ranperda yang sudah dibahas lebih dari 3 bulan ini. Masa ngantar saja bayar parkir?" tegas Udin, Senin (19/7/2017).

Udin mengatakan, seharusnya pengelola parkir lebih mendahulukan pelayanan, ketimbang menerima jasa. Pasalnya, Udin mengklaim bahwa selama ini, masyarakat merasa terbebani dengan minimnya pelayanan yang diberikan, namun tetap dikenakan biaya tanpa memberikan pelayanan yang seharusnya.

"Itupun tidak berbanding lurus dengan​ target PAD yang bersumber dari sektor ini, baik untuk retribusi maupun pajak parkir," ungkapnya.

Udin melanjutkan, pengelola parkir harusnya memperhatikan prinsip pelayanan. "Parkir itu dasar keberadaannya, untuk pelayanan. Jika pengendara hanya men-drop, tidak pantas untuk dikenakan biaya parkir," ujarnya.

Dicontohkan Udin, jika ada pengendara yang masuk wilayah parkir baik di mal atau bandara dan pelabuhan,  namun tidak mendapat tempat parkir dan kembali keluar, harusnya tidak membayar.

"Masa warga yang masuk wilayah mal contohnya, kemudian karena lokasi parkir penuh, kemudian keluar wilayah itu, harus membayar uang parkir? Kan tidak adil. Seharusnya  dapat pelayanan dulu, baru membayar," cetus Udin.(iik)