Rabu, 05 Juli 2017, 09:33

Mega Proyek Akan Dilanjutkan Tahun Depan

POSMETRO.CO-NATUNA: Pembangunan 2 mega proyek multiyers program Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna, warisan mantan Bupati Natuna, Ilyas Sabli dan Wakilnya, Imalko Ismail yang mangkrak sejak tahun 2015 lalu akan dilanjutkan kembali pada tahun 2018 mendatang.

Demikian disampaikan Bupati Natuna, Hamid Rizal kepada awak media usai halal bihalal bi halal bersama PNS dilingkungan Pemerintah Daerah Natuna, Senin (3/7/2017) di Kantor Bupati Bukit Arai.

Sebagaimana diketahui bahwa pembangunan dua proyek ini telah menelan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Natuna yang mencapai puluhan miliar rupiah.

"Kita usahakan tahun depan akan kita lanjutkan kembali," kata Hamid Rizal kepada media, di Kantor Bupati Natuna, Bukit Arai, Senin (3/7) pagi.

Hamid mengatakan, bahwa pembangunan lanjutan dua proyek tersebut, akan dilaksanakan pelelangan ulang.

"Lantaran kedua proyek yang di kerjakan oleh perusahaan sebelumnya bermasalah. Maka  akan kita lakukan lelang baru," ungkap Bupati Natuna tersebut.

Saat ini ujar Hamid, Pemda Natuna sedang menunggu hasil audit dari BPK atas pengerjaan proyek yang menggunakan dana APBD Natuna tahun anggaran 2015 lalu itu.

"Kita pastikan akan melanjutkan tahun 2018 nanti, tapi harus menunggu klir terhadap audit dari BPK dulu, kalau sudah selesai baru dilanjutkan," ujarnya.

Hamid menambahkan, Pemerintah Pusat siap membantu menyelesaikan pembangunan lanjutan atas dua mega proyek itu yang diperkirakan baru selesai sekitar 40 persen.

"Atas hal ini, pemerintah pusat siap membantu menyelesaikan pembangunan pasar dan gedung DPRD ini. Kalau dari APBD kita saya rasa sangat berat, apalagi saat ini penerimaan pajak kita minim sekali," tambah Hamid lagi.

Untuk di ketahui, pembangunan gedung DPRD Natuna, yang terletak di Desa Sungai Ulu itu, dianggarkan sebesar Rp45 miliar, dengan kontraktor pelaksannya adalah PT. Istaka Karya.

Sementara itu, untuk Pasar Modern, di Jalan DKW. Muhammad Benteng, Ranai (eks terminal), dianggarkan sebesar Rp36 miliar, dengan kontraktor pelaksananya adalah PT. Mangku Buana Utama Jaya.

Masyarakat Natuna sendiri, tentunya sangat mengharapkan kedua bangunan yang saat ini masih mangkrak tersebut, bisa segera diselesaikan oleh Pemerintah Daerah. Sebab biar bagaimanapun, kedua bangunan terbengkalai itu, dibangun dengan menggunakan uang rakyat.

"Ya, saya sebagai warga Natuna tentu sangat berharap semoga pembangunan ke dua proyek ini cepat di selesaikan. Karena dana nya berasal dari uang rakyat. Kalau ditunda lagi yang rugi tetap rakyat," sebut Hendra Teropong singkat saat dimintai tanggapanya. (maz)