Jumat, 14 Juli 2017, 06:04

Massa Tolak Tawaran dari PT. Saipem

POSMETRO.CO-KARIMUN: Kepala Dinas Tenaga Kerja, Hazmi Yuliansyah menyatakan sampai saat ini kesepakatan antara perusahaan dan massa belum menemui titik temu.

Sementara perusahaan sudah memberikan solusi untuk mengalihkan tenaga kerja asli tempatan menjadi karyawan Subcon yang ada.

"Kita sudah bertemu perusahaan, dan perusahaan sudah angkat tangan untuk memenuhi tuntutan dari massa demo yang ingin tetap bekerja di PT SIKB dengan tetap memberikan jaminan perlindungan yang diterima sama dengan di PT SIKB dan untuk diketahui PT SIKB melakukan pengurangan tenaga kerja dikarenakan proyek yang sudah berkurang," papar Hazmi kepada media, 

 Namun dari massa pendemo menolak dengan sejumlah alasan, diantaranya tak mempercayai jaminan yang diberikan Saipem dikarenakan beberapa hal yang pernah dialami mereka," ujar Hazmi.

Ia juga menjelaskan dalam hal ini pendemo meminta untuk bertemu dengan perwakilan perusahaan. Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi akan melakukan pertemuan. 

Bahkan saat ini, menurut Hazmi perusahaan masih melakukan investarisir tenaga kerja untuk dapat melihat lagi apakah masih dapat mempekerjakan tenaga kerja tempatan tersebut.

"Mereka masih investarisir tenaga kerja, intinya masih mencarikan solusi, namun jika memang sudah tidak mampu jalan satu-satunya tetap mengalihkan ke pekerja Subcon," tambah Hazmi.

Sementara kordinator aksi, Izwan yang dikonfirmasi POSMETRO di lokasi aksi mengatakan saat ini para pemuda tempatan sudah sepakat untuk menolak tawaran dari perusahaan seperti yang di sampaikan Dinas Tenaga Kerja.

"Kita tetap menolak di alihkan ke Subcon, pengalaman yang sudah kita rasakan, bekerja di Subcon banyak tidak jelasnya, apalagi jaminan perlindungannya yang bahkan ada yang sama sekali tidak jelas, intinya kami tetap ingin dipekerjakan di PT SIKB bukan Subcon," tegasnya.

Dilanjutkannya lagi, soal jaminan perlindungan yang di janjikan perusahaan yang dikuatkan Dinas Tenaga Kerja, dinilainya seperti angin segar.

"Kita banyak menerima janji-janji manis itu, pernah di 2014 juga diberikan janji-janji tapi apa yang kami terima hanya janji-janji manis. Jadi kami tak percaya lagi. Bahkan janji-janji itu dibuat dalam MOU secara tertulis tapi tetap saja di langgar dan yang kami rasakan tetap saja tak di pedulikan. Jadi sekali lagi kami tak percaya," tambahnya.

Kemudian, lanjutnya lagi, soal permasalahan tidak mampu lagi menerina pekerja, kenapa justru PT SIKB tetap masih menerima pekerja baru dari luar Karimun.

"Kenapa kami yang pemuda tempatan justru di Putus Hubungan Kerja, sementara perusahaan merekrut pekerja dari luar Karimun yang baru. Tak usah berdalil lah, kami sama-sama pekerja di dalam saling kenal jadi tahu," ketusnya lagi.

Hingga pukul 10.00 Wib aksi massa melakukan demo di depan Pintu masuk Utama PT SIKB masih terus berlanjut, direncanakan jika tidak ada kesepakatan yang di terima dalam aksi ini, pihaknya akan kembali melakukan aksi serupa dengan jumlah massa yang lebih besar.

"Kalau tidak ada titik temu, kami akan turun kembali 3x24 jam lah aksi kedua kami gelar, dan kami sudah siap," terangnya lagi.(ria)