Selasa, 01 Agustus 2017, 20:16

Polisi Geledah Kantor Dinsos Karimun

POSMETRO.CO-KARIMUN: Kantor  Sosial (Dinsos) Kabupaten Karimun, Selasa (1/8)2017) kemarin digeledah  jajaran Sat Reskrim Polres Karimun sekitar pukul 11.00 WIB. 

Aksi penggeledahan ini dilakukan untuk melengkapi dokumen yang dirasakan perlu dalam melakukan penyidikan kasus dugaan  penyelewengan pengelolaan anggaran belanja barang dan jasa SKPD dinas sosial kab. karimun TA 2014 s/d 206. Nilainya fantastis mencapai Rp3 miliar lebih.
Dalam kasus ini dugaan penggunaan anggaran Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif Mantan Kepala Kantor Dinsos juga terjadi.


Data yang dihimpun posmetro.co penggeledahan yang langsung dipimpin Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Dwihatmoko Wiraseno dilakukan bertahap dari satu ruangan menuju ruangan yang lainnya. 


Penyidik Sat Reskrim Polres Karimun, melakukan pengambilan sejumlah dokumen terkait SPPD yang diduga fiktif yang bersumber dari anggaran Administrasi Umum (ADUM).


"Kita melakukan penggeledahan untuk melengkapi sejumlah berkas yang belum diserahkan ke kita, kasus ini merupakan kasus penyelewengan pengelolaan anggaran belanja barang dan jasa SKPD dinas sosial kabupaten karimun TA 2014 s/d 206. Termasuk adanya dugaan SPPD Fiktif dari tahun 2014 hingga 2016, dengan nilai dugaan sementara mencapai Rp3 miliar lebih," ujar Dwihatmoko kepada posmetro.co usai melakukan penggeledahan sekitar pukul 14.00 WIB.


Dwihatmoko juga menyatakan dalam kasus ini pihaknya sudah menetapkan satu orang tersangka yang merupakan mantan kepala kantor Dinsos berinisial IG.

Pria yang kini menjabat sebagai kepala Kantor Kesbangpol Karimun ini ditetapkan sebagai tersangka sesuai dengan Penetapan tersangka dengan nomor: S. Tap / 26 / VII / 2017 / Reskrim, tertanggal 20 Juli 2017.


"Satu orang kita tetapkan tersangka, berinisial IG, selain itu kita juga sudah memeriksa beberapa orang saksi termasuk PPTK di Dinas sosial pada masa itu," tegas Dwihatmoko lagi.


Pantauan di lapangan dua kotak plastik yang berisikan sejumlah dokumen dari Dinsos dibawa penyidik Sat Reskrim Polres Karimun.


Sementara Kepala Dinas Sosial yang saat ini menjabat Panji Sasmita membenarkan penggeledahan tersebut. Ia memastikan sejumlah dokumen yang bawa penyidik Polres Karimun berupa dokumen yang ada kaitannya terkait anggaran 2014-2016 termasuk perjalanan dinas dari tahun 2014 sampai 2016.


"Mereka mengambil sejumlah dokumen yang termasuk juga dokumen SPPD, kalau gak salah dari tahun 2014-2016, penggeledahan ini karena adanya dugaan penyelewengan anggaran SPPD Fiktif di dinas yang saya pimpin saat ini," ujar Panji singkat.


Sampai saat kasusnya masih terus bergulir. Diprediksi jumlah tersangka akan bertambah.(ria)