Rabu, 09 Agustus 2017, 15:02

DLH Hentikan Proyek Reklamasi di Tembesi

BATAM, POSMETRO.CO : Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam menghentikan proyek reklamsi di lokasi hutan mangrove di kelurahan Tembesi, Sagulung tepatnya belakang SMPN 35 Batam. Beberapa alat berat tampak masih betada di lokasi. Namun tidak ada aktifitas dari pekerja, Rabu (9/8).

Sebelum melakukan menghentikan pengerjaan penimbunan tersebut, DLH sudah dua kali mendatangi lokasi tersebut. Menurut Dendi Purnomo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam proyek tersebut sudah menyalahi aturan. Pihak pengembang menimbun hutan mangrove tanpa izin.

"Izin pemanfaatan lahan sudah habis tanggal 22 Juli kemarin. Selain itu mereka juga melakukan penimbunan melebihi PL (peta lokasi) yang diberikan BP Batam," ungkap Dendi saat dihubungi sambungan telpon.

Berdasarkan Perpres Nomor 87 Tahun 2011 rencana tata ruang kawasan Batam, Bintan, Dan Karimun, Dendi mengakui lokasi reklamasi tersebut memang diperuntukkan untuk pembangunan. Namun pihak pengembang harus melengkapi surat perizinan dan tidak boleh melebihi PL yang ditetapkan. "Imbasnya kerusakan hutan mangrove," sesalnya.

Dihentikannya proyek reklamasi ini diawali tuai protes dari warga Taman Anugrah, Sagulung. Pasalnya, penimbunan tersebut sudah sampai ke belakang perumahan mereka. Warga juga menghawatirkan dampak terhadap lingkungan seperti banjir karena, hutan mangrove ditimbun dan alur sungai dipersempit.

Sementara itu Camat Sagulung, Reza Khadafi juga menyayangkan proyek pembangunan tersebut. Reza menyebut jika DLH sudah tiga kali melayangkan surat untuk pihak pengembang, namun pihak pengembang tidak menanggapi.

"Itu daerah resapan air. Kalau itu ditimbun tentu akan ada dampaknya seperti banjir," ujarnya.(ddt)