Sabtu, 12 Agustus 2017, 17:11

DPRD Tanjungpinang Berharap Ada Formula Tingkatkan Pariwisata

PINANG, POSMETRO.CO: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang meminta Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk segera membuat formula dalam meningkatkan sektor pariwisata dan budaya, dan membangun perekonomian masyarakat. Hal itu tertuang dalam laporan akhir Panitia Khusus (Pansus) APBD Kota Tanjungpinang 2016. 


Ketua Pansus Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Tanjungpinang tahun 2016, Petrus Sitohang mengatakan Pemko Tanjungpinang harus membenahi program kerja pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. 


"Sektor ini (Pariwisata dan Kebudayaan) harus dibenahi, karena ini sebagai salah satu sumber PAD (Pendapatan Asli Daerah) Tanjungpinang dan penggerak roda ekonomi masyarakat," kata Petrus belum lama ini.


Menurut Petrus, pembenahan atau perbaikan di sektor pariwisata dan kebudayaan bisa melalui promosi dunia pariwisata, kerjasama dengan Usaha Kecil Menengah (UKM), kajian pariwisata yang efektif dan efisien, serta memperbanyak pertemuan dengan stake holder dan bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemerintah Kabupaten Bintan.

"Selain itu, dinas terkait juga harus bisa meningkatkan pengelolaan lokasi wisata yang potensial yang ada di Kota Tanjungpinang," tuturnya.

Sesuai laporan hasil Pansus, Petrus menambahkan, peningkatan dan pengelolaan objek-objek atau lokasi destinasi wisata potensial yang ada di Tanjungpinang seperti Pulau Penyengangat sebagai pusat wisata religi.

"Ada juga Kota Rebah, wisata mangrove Tanjungpinang, Taman Laman Boenda, Chines Heritage dan wisata kuliner halal," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul menuturkan, Pemko Tanjungpinang saat ini juga tengah berusaha melakukan pembenahan di sektor pariwisata dan kebudayaan di Kota Tanjungpinang. Pembenahan sektor destinasi wisata ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanjungpinang.

"Jika semua infrastruktur sudah dibenahi, maka ekonomi masyarakat yang bergerak dibidang pariwisata dan budaya juga akan ikut bergerak, karena wisatawan akan membeli produk-produk itu, baik itu kerajinan maupun kulinernya," pungkasnya.(bet)