Sabtu, 26 Agustus 2017, 19:33

Pembobol Money Changer Rp2 M Ditembak

BATAM-POSMETRO.CO: Apakah Anda masih ingat dengan peristiwa pembobolan money changer di kawasan Sari Jaya Nagoya pada bulan November  tahun 2013?

 Si pembobol uang sebesar Rp2 miliar,  Tunggul Hatigoran Sihombing (43) ditembak polisi karena melakukan perlawanan saat ditangkap di rumahnya usai pengembangan pembobolan ATM Bank BRI Syariah  di Tebing Tinggi,  Medan. 

Sementara tujuh pelaku lainnya berpencar menghilangkan jejak  ke sejumlah daerah yang dianggap aman. 

Direktur Ditreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Lutfi Martadian mengatakan,  peran Hatigoran perampokan di Batam pada 4 tahun lalu itu terungkap setelah ia diperiksa polisi Polda Sumut usai ditembak karena merampok ATM BRI Syariah di Jalan Sudirman, Kota Tebing Tinggi, Sumut, dan berhasil menggondol uang Rp 100 juta.

“Di Batam, tepatnya di Nagoya, tahun 2013 lalu, mereka berhasil mendapat uang tunai sebesar Rp 2 miliar," terang Lutfi. 

Usai mengamankan Tunggul,  polisi Polda Sumut dan Polda Kepri mengembangkan pencarian dan pelarian sebagian komplotan,  Kamis (17/8/2017) sekitar pukul 05.00 wib polisi berhasil mengamankan Rampudu Toga Torop  dan Zaelani yang merupakan bagian dari sindikat perampok brankas lintas provinsi ini. 

 Kasubdit III Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Aris Rusdianto memaparkan,   dirinya selama 2 hari 3 malam melakukan pengejaran terhadap dua orang tersangka tersebut. 

" Penangkapan pertama yakni Rt di Kavling Sei Tering Blok C 1 No 54 Rt 03 Rw 019, Batu Ampar, Kamis (24/8) lalu. Ditenggarai Rt memiliki peranan penting membantu Tunggul Hatigor Sihombing dalam menjalankan aksi pembobolan ATM Medan," papar Aris. 

"Dari keterangan RT (Rampudu Toga Torop) pihak kepolisian mendapati tempat tinggal ZA (Zaelani)  di  Kavling Blok E Tanjung Sengkuang No 63 RT 005 RW 011, Batu Ampar," kata Aris. 

Terkait perbuatan para tersangka ini, Aris mengatakan dari penuturan orang-orang di jaringan lintas provinsi ini, baru sekali melancarkan aksinya di Batam. "Katanya, tapi kami akan lakukan pengembangan lebih lanjut lagi terkait hal ini," tutur Aris. 

Aris menduga komplotan ini sudah membobol belasan ATM lintas Provinsi dan sering berpindah pindah tempat untuk menghindari kejaran petugas kepolisian. (abg)