Senin, 04 September 2017, 13:32

Merubah Pesimis di Desa Bukit Langkap

LINGGA, POSMETRO.CO: Mulanya warga sempat pesimis dengan pertanian padi di Desa Bukit Langkap, Kecamatan Lingga Timur. Karena sempat di landa banjir beberapa kali, hingga menuai kritikan dari beberapa kalangan, akhirnya jerih payah petani selama ini terbayar dengan panen perdana. Kepala Desa Bukit Langkap, Sudarmin mengatakan, beberapa kali dilakukan penanaman sejak dilakukan tanam perdana oleh Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman setahun lalu, dan baru kali ini sawah yang berada di pinggir jalan Lintas Timur Lingga itu panen dan ada peningkatan.

"Aplikasi awal dua hektar dan terhambat pertumbuhannya, karena banjir yang datang sampai dua kali sejak penanaman awal," ungkap Sudarmin, Senin (4/9).
Dikatakan Sudarmin, tanam pertama dan kedua sempat gagal, yang disebabkan zat asam terlalu berlebihan, tidak adanya irigasi pertumbuhan bulir padi tidak ada serta ekonomi masyarakat kurang baik saat itu, membuat hasil penanaman gagal.

"Jadi panen ini ada peningkatannya, kemarin tidak ada bulir sekarang sudah mulai berisi. Jadi panen 1/4 hektar sisa tanaman yang terselamatkan dari banjir menunjukkan hasil yang baik," terangnya.

Dia juga mengatakan, penen yang dilakukan oleh petani padi Desa Bukit Langkap sehari menjelang Hari Raya Idul Adha, dengan luas lahan 50x50 meter persegi menghasilkan 150 kilogram  gabah kering.

"Sudah seharusnya petani kita beri apresiasi, karena penanaman itu sempat dilanda banjir berkali-kali, sehingga yang dipanen tanaman padi yang diselamatkan dan diolah dan dirawat petani hingga sampai panen," tuturnya.

Dia juga mengaku kalau pemerintah daerah sangat mendukung pertanian yang ada di Bukit Langkap, dengan menganggarkan bantuan melalui APBDP Lingga Tahun 2017.

"Suport dana oleh daerah menunjukkan keseriusan dalam memajukan pertanian padi. Anggaran itu untuk membeli dolomit atau zat kapur, untuk menghabiskan zat asam di lahan pertanian," kata Sudarmin.

Untuk ke depan, sambung Sudarmin, 11 hektar lahan akan dipersiapkan untuk dilakukan penanaman. Mengenai zat asam petani sudah tidak meresahkan lagi karena sudah ada zat kapur menghilangkan zat asam yang berpengaruh pada tanaman.(mrs)