Sabtu, 09 September 2017, 12:10

Penyeludupan di Laut Meningkat

KARIMUN, POSMETRO.CO: Jumlah pelanggaran penyeludupan barang dari luar negeri ke Indonesia secara nasional dinyatakan meningkat di tahun 2017. 

 

Hal ini diutarakan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani dalam jumpa persnya saat melakukan Kunjungan Kerja ke Kantor Wilayah (Kanwi) Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri, Jumat (8/9/2017) kemarin.


Sri Mulyani menyatakan dalam tahun 2016 penindakan terhadap aksi penyeludupan yang dilakukan Bea dan Cukai mencapai 14.890 kasus. Sementara di tahun 2017 hingga bulan Agutus sudah mencapai 15.074 kasus.


"Dari jumlah tersebut hasil penindakan DJBC dan Patroli Laut tahun 2016-2017 mencapai 659 kasus penindakan. Dari penindakan tersebut komoditi yang berhasil diamankan terdiri dari bahan makanan poko, barang elektronik, pakaian bekas, barang campuran yang terdiri dari barang elektronik, kendaraan bermotor, dan kosmetik, amnium nitrate, ekspor timah, kayu, hasil laut serta narkotika dan psikotropika," terang Sri Mulyani.


Dikatakanya lagi DJBC memiliki peran penting yang strategis dalam menjalankan fugsi sebanyak "Revenue Collector, Community Protector. trade facilitatr dan Industrial Assistance.


"DJBC juga berkontribusi sebesar 27 persn dari total penerimaan perpajakan dalam APBN yang mencapai 82.6 persen yang ditorehkan melalui Penerimaan Pajak Impor yang terdiri dari Bea Masuk, bea Keluar, Pajak dalam rangka Impor, Cukai dan Pajak Pertambahan Nilai Hasil Tembakau," paparnya lagi.


Dalam kunjungannya juga Sri Mulyani juga merilis hasil penindakan yang dilakukan DJBC Kepri di antaranya terkait penangkapan 9.958 ball dan 70 karung yang dimuat dalam 11 kapal dari Port Klang, Malaysia tujuan Tanjungbalai Asahan tanpa dilindungan dokumen yang sah. Perkiraan nilai barang mencapai Rp20 miliar dengan jumlah tersangka 10 orang. 


Kemudian penindakan terhadap penyeludupan handphone sebanyak 28.057 unit dan drone sebanyak 45 unit yang dimuat dalam dua speedboat dari Singapura menuju Batam. Dengan perkiraan nilai barang mencapai Rp34 milyar dengan jumlah tersangka sebanyak 5 orang.
Selanjutnya penangkapan Rotan jenis Sega sebanyak 107.876 kilogram yang dimuat dalam satu kapal dari Kalimantan Tengah menuju Sibu, Malaysia dengan nilai barang mencapai Rp200 juta lebih. 


Dan terakhir penangkapan Barang campuran berupa Guci, Produk Tekstil, elektronik, Minuman keras dan Sparepart sebanyak 251 kardus dan 82 karung dengan nilai barang mencapai Rp1.6 milyar lebih.


Selain itu Sri Mulyani juga berkesempatan melakukan pemusnahan barang hasil penindadkan berupa 8.607 ball dan 70 karung ballpress.
Kemudian juga melakukan Hibah sebanyak 200 karung beras dengan berat sekitar 5 ton yang merupakan hasil penindakan dari KM Mulia Abadi, selanjutnya juga dihibahkan satu unit speedboat hasil penindakan kepada Pemerintah Kabupaten Karimun yang langsung di terima BUpati Karimun, H Aunur Rafiq.(ria)