Senin, 18 September 2017, 15:05

Bawa Narkoba, Pengaman Kantor Wali Kota Tanjungpinang Ditangkap

PINANG, POSMETRO.CO : Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjungpinang menangkap dua pelaku pemakai dan pengedar narkoba jenis sabu di Tanjungpinang pada Jumat (15/9) dinihari. Salah satu pelaku merupakan petugas keamanan atau sekuriti di Kantor Wali Kota Tanjungpinang berinisial HF, laki-laki berusia 41 tahun.

Informasi yang dihimpun POSMETRO, kedua orang tersebut merupakan pelaku yang ditangkap dalam operasi Anti Narkotika (Antik) 2017. Kedua pelaku adalah RA (31) dan HF. Mereka ditangkap pada hari yang sama. Namun, RA diduga hanya sebatas pemakai.

Kepala Satres Narkoba Polres Tanjungpinang, AKP Muhammad Djaiz membenarkan adanya penangkapan terhadap kedua pelaku tersebut. "Benar, pada Jumat, sekira pukul 00.10 WIB, kita mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya orang yang melakukan transaksi narkoba," kata Djaiz saat ditemui di Mapolres Tanjungpinang, Senin (18/9) siang.

Djaiz menuturkan, kronologis pengamanan kedua pelaku itu berawal dari penangkapan terhadap pelaku RA di kawasan Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang Kota sekitar pukul 01.WIB. Dari tangan pelaku, anggotanya mendapatkan satu paket sabu dengan berat sekitar 0,43 gram serta telepon genggam.

"Setelah dilakukan pengembangan, kita kembali mengamankan seorang pelaku berinisial HF di Kampung Bugis, di rumahnya. HF bekerja sebagai scurity di salah satu kantor pemerintahan," ungkapnya.

Dikatakan Djaiz, saat hendak melakukan pengamanan terhadap HF, anggotanya melihat pelaku memegang sebuah kotak kecil. Setelah digeledah, pihaknya menemukan barang bukti berupa sabu sebanyak 29 paket dengan berat kotor sekitar 38,59 gram. 

"Selain itu, kita juga mengamankan sebuah timbangan digital, bong yang sudah dimodifikasi serta sejumlah uang tunai pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu," katanya.

Djaiz menjelaskan, setelah pihaknya melakukan interogasi terhadap pelaku HF. Pelaku mengaku belum lama menjadi pengedar narkoba. Namun demikian, pihaknya tetap melakukan pengembangan terhadap kedua pelaku tersebut.

"Pengakuannya baru (Pengedar), tapi kan kita tak mungkin percaya begitu saja, akan kita dalami. Tetapi, pengakuan, barang itu didapatkan dari Batam, lewat pelabuhan Punggur," tuturnya.

Terhadap HF, Djaiz mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah pelaku mengedarkan barang haram itu dilingkungan tempat pelaku bekerja. "Kita tidak bisa memastikan apakah dia juga menjualnya di instansi tempat dia bekerja, yang jelas, kami masih lakukan pengembangan lagi," imbuhnya.

Terkait hal tersebut, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengaku belum mengetahui adanya petugas sekuriti yang ditangkap oleh polisi tersebut. "Sampai saat ini, saya belum mendapat laporan, nanti coba saya cek dulu," katanya saat dihubungi POSMETRO.

Kendati masih adanya honorer di lingkungan Pemko Tanjungpinang yang terlibat dalam peredaran narkoba, Lis mengaku, tidak akan tinggal diam. Ia secara tegas telah memperingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak bermain-main dengan narkoba.(bet)