Jumat, 22 September 2017, 13:56

7 Permen Anak-anak Dicurigai Ilegal Disita

KARIMUN-POSMETRO: Mengantisipasi peredaran PCC dan Flaka di Kabupaten Karimun, Tim Gabungan dari Polres Karimun, Dinas Kesehatan, Sat Pol PP, BNN Karimun, Bea dan Cukai menggelar razia bersama. Sebanyak  9 toko obat dan apotek yang ada di Kecamatan Karimun, Meral dan Tebing disisir tim gabungan, Jumat (22/9) sekitar pukul 08.30 WIB.


Tim pun dibagi menjadi tiga bagian yang disebar ke tiga lokasi, Karimun, Meral dan Tebing. Tim gabungan berhasil menemukan 7 jenis makanan berupa permen anak-anak yang mencurigakan. 
Produk makanan anak-anak itu ditemui di salah satu minimarket di Teluk Air. 


Ketujuh jenis produk permen anak-anak tersebut di antaranya merek Fruit Candy kimono, Dosmoo mint candy xinxle rasa plum dan Mango, Jinjubang, Golden Eagle kumquat grain, Buah margarita masin dan merek Twister wow.


Dari ketujuh tersebut tiga di antaranya didapati terdaftar di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Sementara empat lainnya masih dalam pendalaman Dinas Kesehatan.


Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Karimun, TA Rahman yang dikonfirmasi membenarkan adanya temuan tersebut. Namun ia belum dapat memastikan kandungan tersebut.


"Ada tujuh jenis permen yang mencurigai, kita amankan dari salah satu minimarket di Teluk Air, ketujuh produk makanan tersebut kita kita ambil samplenya untuk diselidiki mendalam. Untuk itu semua samplenya kita serahkan ke Dinas Kesehatan," terang TA Rahman.


Rahman menyatakan razia gabungan ini dilakukan seiring dengan pengawasan obat-obatan agar tidak disalah gunakan. Selain itu juga mengantisipasinya peredaran Pil PCC di Kabupaten Karimun.


"Untuk temuan Pil PCC tidak kita jumpai, kemudian kita melakukan himbauan kepada toko obat dan apotek untuk tidak menjual obat-obatan yang berisiko tanpa aturan yang berlaku. Termasuk Komik agar tidak dijual dalam jumlah banyak kepada anak-anak, karena diindikasi disalah gunakan," tegas TA Rahman lagi.


Sementara Kabid Sumberdaya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Suharyanto yang dikonfirmasi posmetro.co membenarkan adanya temuan 7 merek permen anak-anak yang mencurigakan.


"Tujuh permen tersebut kita curigai dari bentuk, kemasan dan warnanya. Meski kita melihat ada register dari BPOM, namun kita ambil samplenya untuk dicek kebenaranya," tegas Suharyanto.


Sementara itu, dari tujuh jenis produk makanan anak-anak tersebut, didapati tiga di antaranya resmi terdaftar di BPOM, sementara 4 lainnya masih dalam pendalaman pihaknya.


"Tiga jenis sudah kita pastikan terdaftar di BPOM yakni, jadi legal, sementara 4 jenis lainnya yakni merek Fruit Candy kimono, Dosmoo mint candy xinxle rasa plum dan Mango. Sementara empat jenis lainnya tidak memiliki ada yang memiliki BPOM dan ada yang tidak dan kita masih mendalami karena untuk sementara tidak terdaftar di BPOM, namun kepastianya masih kita lakukan pendalaman, keempatnya yakni Jinjubang, Golden Eagle kumquat grain, Buah margarita masin dan merek Twister wow," terang Suharyanto.


Suharyanto pun menghimbau kepada seluruh orang tua dan masyarakat agar mengawasi anak-anaknya dalam mengkonsumsi makanan ringan seperti permen. Hal ini untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.(ria)