Sabtu, 23 September 2017, 16:23

Wali Kota Tanjung Pinang Minta Awasi peredaran Pil PCC

TANJUNGPINANG, POSMETRO.CO : Di kalangan internal kepolisian, Sabtu (23/9) pagi, beredar pesan berantai yang isinya informasi tentang penggerebekan pabrik narkoba di Banyumas, Jawa Tengah oleh Tim Mabes Polri. Lokasi penggerebekan itu, yakni di Jalan Raya Batu Raden, RT.2 RW.1 Kelurahan Pabuaran, Purwokerto Utara.

Diuraikan dalam pesan yang juga diterima POSMETRO itu, operasi yang melibatkan petugas dari tindak pidana narkoba pada Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri itu, setidaknya berhasil menemukan barang bukti dari dalam dua unit ruko.
Sumber koran ini di kepolisian merinci, barang bukti yang diamankan antara lain empat tong barang jadi pil PCC, empat mesin cetak ukuran besar, tiga mesin mixer ukuran besar, dua mesin oven ukuran besar, enam karung kardus kemasan besar lambang kuda PCC, satu unit forklift, serta enam tong bahan baku campuran yang belum dicetak.

Dalam penutup laporan itu, tertera juga imbauan agar masyarakat berhati-hati terhadap peredaran narkoba dengan sasaran anak-anak. Adapun ciri-ciri dan bentuk seperti umumnya kemasan obat maupun permen, ada tulisan namanya permen susu, ada tulisan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)-nya.

"Tapi itu pil PCC yang anak SD di Ambarawa beli, satu renteng (kemasan dalam deretan) harganya cuma Rp2 ribu, bisa dapat banyak. Efeknya, setelah mengonsumsi itu kondisi tubuh bisa panas dalam, mual-mual, pusing serta lemas," terang polisi dalam laporannya tersebut.

Terpisah, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengimbau kepada para ketua RT dan RW untuk turut hadir dalam melakukan pengawasan terhadap tempat usaha dan ruko-ruko yang menjual obat jenis PCC (Paracetamol, Cafein, Carisoprodol) di masyarakat. Sebab, obat jenis PCC yang sempat menggemparkan pulau Sulawesi sudah dilarang beredar.

"Ketua RT dan RW bisa berkoordinasi dengan Camat, Lurah dan Dinas Kesehatan untuk melakukan pengawasan (PCC) di wilayahnya. Informasikan jika ada jenis obat-obatan yang dilarang seperti PCC," kata Lis di sela penyerahan insentif RT/RW Triwulan III di Aula Asrama Haji Tanjungpinang, Jumat (22/9) sore.

Lis berharap, ketua RT dan RW terus melakukan sosialisasi bekerjasama dengan camat, lurah dan Dinas Kesehatan untuk mencegah masuk dan beredarnya pil jenis PCC tersebut. Ia juga meminta RT dan RW untuk segera menginformasikan, jika ada anak-anak atau remaja mengonsumsi pil tersebut.
"Baru-baru ini ada penangkapan bahan untuk pembuatan PCC di Bintan. Karena itu, kita harus giat melakukan pengawasan, agar generasi muda kita terhindar dan terjauhi dari obat terlarang itu," ujarnya.(bet)